alexametrics

Catatan Kejadian yang Membuat Korut Hentikan Tes Rudal dan Nuklir

loading...
Catatan Kejadian yang Membuat Korut Hentikan Tes Rudal dan Nuklir
Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Ian
A+ A-
SEOUL - Korea Utara (Korut) pada Sabtu (21/4/2018) mengumumkan penghentian uji coba nuklir dan rudal balistiknya serta berencana menutup tempat uji coba nuklirnya. Pengumuman ini datang menjelang dilakukannya putaran baru negosiasi antara Pyongyang dengan Seoul dan Washington.

Sebelum langkah drastis itu diambil rezim Pyongyang, dunia internasional seolah dibawa menaiki roller coaster terkait eskalasi di Semenanjung Korea. Situasi semakin memanas setelah Pemimpin Korut Kim Jong-un terlibat perang kata-kata dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Keduanya bahkan terlibat saling ancam untuk menyerang yang memicu kekhawatiran perang bakal benar-benar akan terjadi.

Sindonews pun mencoba menyuguhkan sejumlah peristiwa yang terjadi sebelum Pemimpin Korut Kim Jong-un memutuskan untuk menghentikan uji coba nuklir dan rudal yang dikutip dari AP.

1 Januari 2017: Kim Jong-un mengatakan dalam pidato Tahun Barunya bahwa persiapan untuk meluncurkan rudal balistik antarbenua telah "mencapai tahap akhir."



2 Januari: Presiden AS terpilih, Donald Trump, mengeluarkan statement menyikapi pidato Kim Jong-un di akun Twitternya.

"Korea Utara baru saja menyatakan bahwa pada tahap akhir pengembangan senjata nuklir yang mampu menjangkau bagian-bagian AS. Itu tidak akan terjadi!"

4 Juli: Korut melakukan tes pertama sebuah rudal balistik antar benua (ICBM), Hwasong-14, yang Kim Jong-un sebut sebagai "paket hadiah" Korut untuk Hari Kemerdekaan AS.

28 Juli: Hwasong-14 kedua diluncurkan dengan perkiraan jangkauan mampu mencapai daratan AS, termasuk kota-kota seperti Chicago.

9 Agustus: Trump mengatakan Korut lebih baik tidak membuat lebih banyak ancaman atau "mereka akan dipenuhi dengan api dan kemarahan yang belum pernah dilihat dunia." Beberapa jam kemudian Korut mengumumkan rencana untuk meluncurkan rudal ke wilayah AS di Guam, sebuah pusat militer utama di Pasifik.

29 Agustus: Sebuah rudal jarak menengah Korut terbang di atas Jepang dan jatuh ke Pasifik utara.

3 September: Korut melakukan uji coba nuklirnya yang keenam dan paling kuat hingga saat ini. Pyongyang mengatakan bahwa itu adalah bom hidrogen yang dirancang untuk digunakan pada ICBM.

19 September: Dalam Sidang Umum PBB Trump mengatakan AS akan menghancurkan Korut jika dipaksa untuk membela diri atau sekutu-sekutunya. Ia menyebut Kim Jong-un sebagai "Manusia Roket" dan bahwa ia dalam misi bunuh diri untuk dirinya sendiri.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak