alexametrics

Rusia Izinkan Penyidik OPCW Masuk ke Douma

loading...
Rusia Izinkan Penyidik OPCW Masuk ke Douma
Tim medis memberikan pertolongan kepada seorang anak Suriah yang menjadi korban serangan kimia rezim Bashar al-Assad di Douma, Ghouta timur. Foto/Istimewa
A+ A-
DEN HAAG - Rusia mengatakan para ahli senjata kimia akan masuk ke Douma pada Rabu mendatang untuk menyelidiki dugaan serangan gas beracun. Sebelumnya Amerika Serikat (AS) menuding Moskow mungkin telah "merusak" bukti di lokasi serangan.

Setelah serangan misil akhir pekan lalu oleh AS, Prancis dan Inggris, Rusia terlibat saling tuding dengan negara-negara Barat. Moskow menolak tuduhan menghambat penyelidikan di Douma sebagai kebohongan terang-terangan.



Keempat negara saling berhadapan dalam pembicaraan darurat yang tegang di Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) di Den Haag saat para inspektur mempersiapkan misi yang sulit dan berbahaya.

Direktur Jenderal OPCW Ahmet Uzumcu mengatakan timnya dari sembilan relawan telah mencapai Damaskus tetapi sejauh ini tim belum dikerahkan ke Douma.

"Pejabat Suriah dan Rusia telah memperingatkan tentang masalah keamanan yang tertunda untuk dikerjakan sebelum penyebaran bisa dilakukan," kata Uzumcu seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (17/4/2018).

Duta Besar AS untuk OPCW, Ken Ward, mengklaim bahwa Rusia telah mengunjungi situs tersebut dan mungkin telah merusaknya dengan tujuan menggagalkan upaya misi pencarian fakta OPCW.

Kremlin menolak klaim itu. "Saya dapat menjamin bahwa Rusia tidak merusak situs itu," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak