alexametrics

Capres Sayap Kanan dan Hijau Diprediksi Unggul pada Pilpres Brasil

loading...
Capres Sayap Kanan dan Hijau Diprediksi Unggul pada Pilpres Brasil
Marina Silva dan Jair Bolsonaro diunggulkan dalam Pilpres Brasil. FOTO/IST
A+ A-
SAO PAULO - Tokoh lingkungan Marina Silva dan politisi sayap kanan Jair Bolsonaro diunggulkan sebagai calon presiden dalam pemilu di Brasil, jika mantan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva tak dapat maju. Lula kini dipenjara dalam kasus korupsi dan diperkirakan tak bisa mengikuti pemilu presiden mendatang.

Survei yang digelar Datafolha menunjukkan Lula akan menang pemilu presiden Oktober jika dia diizinkan mengikutinya. Vonis terhadap Lula pun membuat calon presiden lain mendapat peluang untuk menang. Jika Lula tak bisa maju, beberapa skenario telah disusun sebagai alternatif. Survei menunjukkan Bolsonaro meraih 17% suara dan Marina 15% suara.

Datafolha menjelaskan, survei itu memiliki margin of error 2% sehingga setiap kandidat masih dapat saling melebihi perolehan suara. Jika Lula tak bisa bertarung, sayap kiri Ciro Gomes dan mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Joaquim Barbosa dari Partai Sosialis Brasil (PSB) berada di peringkat ketiga dengan masing-masing 9% suara.

Survei juga menempatkan Presiden Brasil Michel Temer dan mantan Menteri Keuangan Henrique Meirelles sebagai kandidat untuk koalisi berkuasa. Temer dan Meirelles menarik hanya 1 atau 2% suara. Lula tampaknya tak bisa maju karena undang-undang (UU) Brasil melarang seseorang yang dinyatakan bersalah setelah banding pengadilan untuk maju merebut jabatan publik.

Dalam simulasi dengan Lula dapat maju, dia akan meraih 30% suara. Dalam simulasi tanpa dia terlibat, survei menemukan kemungkinan penggantinya, yakni mantan Wali Kota Sao Paulo Fernando Haddad yang hanya akan meraih 2% suara.

Brasil akan menggelar pemilu pada Oktober untuk memilih presiden, gubernur bagi 26 negara bagian dan distrik federal, serta anggota kongres. Para kandidat dilarang menggunakan donasi dari perusahaan, setelah skandal korupsi yang membuat beberapa politisi dan pengusaha masuk penjara.

Sebelumnya, Lula menyerahkan diri ke kepolisian pada Sabtu (7/4/2018). Penyerahan diri itu mengakhiri sehari penuh kebuntuan untuk mulai menjalani hukuman penjara 12 tahun dalam kasus korupsi. Kasus ini pun membuat Lula terganjal dari upayanya kembali berkuasa di Brasil. Lula digiring kepolisian ke kota Curitiba, tempat dia diadili dan divonis tahun lalu.

Dia kemudian dibawa ke kantor pusat kepolisian federal untuk menjalani hukumannya. Para demonstran pendukung Lula bentrok dengan kepolisian di luar dinding gedung kepolisian federal. Para petugas menembakkan granat kejut, gas air mata, dan peluru karet untuk membubarkan massa pendukung Lula.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak