4 Pemicu Perang Melawan Kartel di Ekuador
Kamis, 11 Januari 2024 - 22:22 WIB
loading...
A
A
A
Noboa, 36, telah menggembar-gemborkan “Rencana Phoenix” untuk keamanan, yang mencakup pembentukan unit intelijen baru, senjata taktis untuk pasukan keamanan, penjara baru dengan keamanan tinggi dan peningkatan keamanan di pelabuhan dan bandara.
Biayanya sekitar USD800 juta, katanya, meskipun senjata baru senilai USD200 juta untuk tentara Ekuador akan disediakan oleh Amerika Serikat.
![4 Pemicu Perang Melawan Kartel di Ekuador]()
Foto/Reuters
Polisi mengatakan pada hari Minggu bahwa Adolfo Macias, pemimpin geng kriminal Los Choneros, telah menghilang dari penjara tempat dia menjalani hukuman 34 tahun. Pihak berwenang sedang berusaha melacaknya.
Sementara itu, terjadi insiden kekerasan di setidaknya enam penjara mulai Senin. Hingga Rabu, lebih dari 100 penjaga dan staf lainnya masih disandera oleh para tahanan. Di Riobamba, ibu kota provinsi di Ekuador tengah, 39 narapidana melarikan diri dari penjara, meski beberapa telah ditangkap kembali.
Kekerasan menyebar ke jalan-jalan pada hari Selasa, dengan dua petugas polisi tewas di provinsi Guayas, tempat Guayaquil berada.
Tujuh petugas polisi juga diculik di seluruh negeri, meskipun tiga orang telah dibebaskan.
Kekerasan ini terlihat paling dramatis ketika sebuah kelompok bersenjata menyerbu masuk ke sebuah studio televisi saat siaran langsung berlangsung dan menodongkan senjata kepada para jurnalis. Lebih dari selusin orang dalam kelompok itu ditangkap.
Ledakan juga terjadi di beberapa kota pada hari Selasa, meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Biayanya sekitar USD800 juta, katanya, meskipun senjata baru senilai USD200 juta untuk tentara Ekuador akan disediakan oleh Amerika Serikat.
3. Pangkal Krisis Berada di Penjara

Foto/Reuters
Polisi mengatakan pada hari Minggu bahwa Adolfo Macias, pemimpin geng kriminal Los Choneros, telah menghilang dari penjara tempat dia menjalani hukuman 34 tahun. Pihak berwenang sedang berusaha melacaknya.
Sementara itu, terjadi insiden kekerasan di setidaknya enam penjara mulai Senin. Hingga Rabu, lebih dari 100 penjaga dan staf lainnya masih disandera oleh para tahanan. Di Riobamba, ibu kota provinsi di Ekuador tengah, 39 narapidana melarikan diri dari penjara, meski beberapa telah ditangkap kembali.
Kekerasan menyebar ke jalan-jalan pada hari Selasa, dengan dua petugas polisi tewas di provinsi Guayas, tempat Guayaquil berada.
Tujuh petugas polisi juga diculik di seluruh negeri, meskipun tiga orang telah dibebaskan.
Kekerasan ini terlihat paling dramatis ketika sebuah kelompok bersenjata menyerbu masuk ke sebuah studio televisi saat siaran langsung berlangsung dan menodongkan senjata kepada para jurnalis. Lebih dari selusin orang dalam kelompok itu ditangkap.
Ledakan juga terjadi di beberapa kota pada hari Selasa, meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Lihat Juga :