PM Irak Marah, Ingin Usir Pasukan AS dan Koalisinya

Minggu, 07 Januari 2024 - 07:51 WIB
loading...
A A A
Pentagon bersikeras bahwa Baghdad sendiri telah mengundang pasukan Amerika untuk membantu memerangi kelompok ISIS, dan sekitar 2.500 tentara yang masih berada di negara tersebut satu dekade kemudian bebas bertindak untuk “membela diri".

Juru bicara Pentagon Mayoar Jenderal Pat Ryder membela serangan 4 Januari sebagai “tindakan yang perlu dan proporsional", di tengah gelombang serangan terhadap instalasi militer Amerika di wilayah tersebut.

Baghdad berpendapat bahwa waktunya telah tiba untuk meninjau ulang ketentuan undangan kehadiran pasukan AS dan koalisinya, dan al-Sudani berjanji untuk memulai dialog melalui komite bilateral yang dibentuk untuk menentukan pengaturan akhir dari kehadiran pasukan asing.

“Kami menegaskan posisi prinsip kami dalam mengakhiri keberadaan koalisi internasional setelah pembenaran keberadaannya berakhir,” katanya.

"Baghdad berupaya memulihkan kedaulatan nasional penuh atas tanah, langit, dan perairan Irak.”

Pangkalan militer Amerika di Irak, serta pos-pos ilegal di negara tetangga Suriah, telah terkena serangan pesawat tak berawak dan rudal lebih dari 110 kali sejak bulan Oktober, di tengah ketegangan regional yang berasal dari perang Israel-Hamas di Gaza, Palestina.

Meskipun serangan-serangan tersebut sebagian besar dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak dikenal, Washington menuduh Teheran melakukan tindakan di belakang layar dan mempunyai hak untuk membalas jika dianggap tepat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Uang Negara Rp35.914...
Ketika Uang Negara Rp35.914 Triliun Lenyap Dikorupsi sejak 2003
Mojtaba Disebut Tak...
Mojtaba Disebut Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ini Alasannya
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Gempa M6,0 Guncang Pantai...
Gempa M6,0 Guncang Pantai Barat Meksiko
Rusia Ngamuk Bombardir...
Rusia Ngamuk Bombardir Kiev Hancurkan Gedung-Gedung, 11 Orang Tewas Puluhan Luka
Rekomendasi
Top Skor Piala Dunia...
Top Skor Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo Tambah 1 Gol
Koops TNI Habema Evakuasi...
Koops TNI Habema Evakuasi Jenazah Pilot PT AMA Air Korban Penembakan di Yahukimo
Gempa M6,2 Guncang Pulau...
Gempa M6,2 Guncang Pulau Doi Maluku, BMKG: Waspada Gempa Susulan
Berita Terkini
Ketika Uang Negara Rp35.914...
Ketika Uang Negara Rp35.914 Triliun Lenyap Dikorupsi sejak 2003
Mojtaba Disebut Tak...
Mojtaba Disebut Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ini Alasannya
Komika Turki Ditangkap...
Komika Turki Ditangkap atas Tuduhan Menghina Islam dan Erdogan
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved