alexametrics

Indonesia Masuk Peta Dunia yang Tak Larang LGBT tapi Memusuhi

loading...
Indonesia Masuk Peta Dunia yang Tak Larang LGBT tapi Memusuhi
Peta dunia tentang sikap toleransinya bagi pelancong komunitas LGBT. Foto/Travel Insurance Direct
A+ A-
JAKARTA - Perusahaan asuransi Travel Insurance Direct menerbitkan peta bagi para pelancong yang berisi negara-negara soal sikapnya terhadap komunitas lesbian, gay, biseksual, transgender dan interseks (LGBTI). Indonesia masuk kategori warga "kuning" yang diartikan tak melarang LGBT secara resmi, tapi masyarakatnya memusuhi.

Peta dari perusahaan asuransi ini diklaim untuk mengidentifikasi negara dan wilayah berdasarkan seberapa toleran atau atau terang-terangan bermusuhan terhadap komunitas LGBTI.



Indonesia jadi sorotan utama, karena memiliki Pulau Bali yang jadi destinasi wisata warga asing.

Alasan lain Indonesia jadi sorotan adalah karena parlemennya pernah membahas rancangan undang-undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang diisukan kriminalisasi LGBT. Namun, isu itu tak benar karena Badan Legislasi DPR pernah membantah ada isu LGBT dalam pembahasan RUU KUHP.

Indonesia kerap jadi langganan kritik kelompok HAM karena dianggap intoleran terhadap komunitas LGBTI.

Dalam peta yang dirilis perusahaan asuransi tersebut, ada 72 negara dan wilayah di seluruh dunia yang mengkriminalisasi hubungan sesama jenis. Dari puluhan negara itu bahkan ada yang menerapkan hukuman mati bagi pelaku homoseks.

Secara lebih lengkap berikut pemetaan negara-negara dunia terkait sikapnya terhadap LGBTI yang diterbitkan perusahaan Travel Isurance Direct. Pemetaan sikap disimbolkan dengan beragam warna.

Merah

Negara-negara berwarna merah di peta, yang meliputi sebagian besar wilayah Afrika, Timur Tengah dan sebagian Asia, melarang homoseksualitas. Ini juga termasuk tetangga terdekat Australia, Papua New Guinea (PNG), di mana tindakan sesama jenis dapat mengakibatkan hukuman penjara.

Untuk wisatawan LGBTI, negara-negara ini cenderung menjadi zona bahaya terbesar.

Oranye

Negara-negara di peta dengan warna oranye seperti Vietnam dan Madagaskar, tidak memiliki undang-undang yang menentang homoseksualitas. Tapi, masyarakatnya dianggap tidak toleransi terhadap orang-orang LGBTI.

"Mereka tidak pernah memberlakukan undang-undang yang secara khusus melarangnya," kata ahli perjalanan Phil Sylvester dari Travel Insurance Direct.

“Mungkin lebih akurat untuk menggambarkan situasi hukum sebagai 'ilegal yang tidak resmi'," ujar dia.

"(Wisatawan dapat) merasakan diskriminasi, prasangka dan perlakuan kasar oleh pejabat dan masyarakat secara keseluruhan. Karena tidak ada hukum resmi, tempat-tempat ini juga akan ditandai warna merah," lanjut dia.

Kuning

Negara-negara dengan peta warna kuning, termasuk China, Rusia, Turki dan setidaknya untuk saat ini Indonesia, dalam UU-nya menganggap hanya sedikit lebih baik.
halaman ke-1 dari 2
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak