alexametrics

Dubes Rusia: Tindakan Inggris Tidak Bisa Diterima dan Provokasi

loading...
Dubes Rusia: Tindakan Inggris Tidak Bisa Diterima dan Provokasi
Kedubes Rusia di Inggris. Foto/Istimewa
A+ A-
LONDON - Duta Besar Rusia untuk Inggris menolak tuduhan Moskow meracun pembelot Rusia yang dilontarkan Perdana Menteri Theresa May. Ia menyebut tudingan tersebut tidak bisa diterima dan sebuah provokasi.

"Semua yang dilakukan hari ini oleh pemerintah Inggris sama sekali tidak dapat diterima dan kami menganggap ini sebuah provokasi," kata Duta Besar Alexander Yakovenko seperti disitir dari RT, Kamis (15/3/2018).

Ia mengulangi posisi Moskow dalam masalah itu bahwa dugaan penggunaan senjata kimia harus ditangani Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW), yang memiliki peraturan tentang bagaimana menangani tuduhan tersebut. Namun Inggris malah memilih untuk mengeluarkan ultimatum publik kepada Rusia.

"Kami percaya bahwa tindakan yang diambil oleh pemerintah Inggris tidak ada hubungannya dengan situasi yang kita hadapi di Salisbury," tambahnya.



"Tentu saja, kita belum siap untuk berbicara dengan cara ultimatum," cetusnya.

Pada hari Senin, Perdana Menteri May mengatakan kepada parlemen Inggris bahwa dugaan keracunan Sergei Skripal disebabkan zat saraf yang dikembangkan oleh Uni Soviet. Ia menyatakan pemerintah Rusia bertanggung jawab atas serangan tersebut atau Rusia telah kehilangan sebagian dari racun tersebut. May memberi Rusia waktu sampai Rabu untuk menanggapi tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa Inggris akan menganggap Moskow bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menanggapinya pada hari Selasa, dengan mengatakan bahwa OPCW harus menangani tuduhan tersebut terhadap Rusia, dan Moskow akan memiliki 10 hari untuk menanggapi permintaan yang dikirim melalui organisasi tersebut. Dia menambahkan bahwa Inggris belum memberi Rusia sampel zat yang digunakan dalam dugaan serangan tersebut, yang harus dilakukan berdasarkan peraturan OPCW.

Kremlin mengatakan bahwa mereka tidak akan menerima ancaman dan ultimatum tanpa dasar dari London.

Pada hari Rabu, perdana menteri Inggris menyampaikan ancamannya dan mengumumkan sejumlah tindakan untuk menanggapi apa yang oleh London sekarang dianggap pelanggaran hukum oleh Rusia. Tindakan ini termasuk pengusiran 23 diplomat Rusia, sanksi tambahan, dan pembekuan aset yang dapat menjadi ancaman bagi keamanan Inggris.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak