alexametrics

Sama Dengan Inggris, AS Duga Rusia Racuni Pembelot Moskow

loading...
Sama Dengan Inggris, AS Duga Rusia Racuni Pembelot Moskow
Gedung Putih menyatakan bahwa Donald Trump sepakat dengan Theresa May bahwa Rusia mungkin dibalik serangan terhadap pembelot Rusia, Sergei Skripal. Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Ian
A+ A-
WASHINGTON - Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump sepakat dengan Perdana Menteri Inggris, Theresa May bahwa Rusia mungkin dibalik serangan terhadap pembelot Rusia, Sergei Skripal. Trump, menurut Gedung Putih mendesak Rusia untuk segera mengklarifikasi hal ini.

"Presiden Trump setuju dengan Perdana Menteri Mei bahwa Pemerintah Federasi Rusia harus memberikan jawaban yang tidak ambigu mengenai bagaimana senjata kimia ini, yang dikembangkan di Rusia, mulai digunakan di Inggris Raya," kata Gedung Putih. 

 "Kedua pemimpin juga sepakat mengenai perlunya konsekuensi bagi mereka yang menggunakan senjata keji ini dalam pelanggaran mencolok terhadap norma-norma internasional," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Rabu (14/3).

Sebelumnya, May memberikan ultimatum kepada Rusia untuk segera mengklarifikasi soal serangan terhadap Skripal. May memberikan waktu hingga Selasa waktu setempat, atau Rabu waktu Indonesia.

Jika Moskow tidak memberikan tanggapan yang kredibel, pemerintah Inggris akan menyimpulkan bahwa serangan tersebut melibatkan penggunaan kekerasan yang tidak sah oleh negara Rusia terhadap Inggris Raya.  May mengatakan, jika pemerintah sudah sampai pada kesimpulan itu, dia akan kembali ke Commons (Majelis Rendah) untuk menjelaskan usulan pembalasan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menyatakan pihaknya tidak akan merespon ultimatum Inggris, hingga London mau mengirimkan contoh racun yang diduga digunakan terhadap Skripal.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak