alexametrics

Rusia: al-Nusra Gunakan Senjata Kimia di Ghouta Timur

loading...
Rusia: al-Nusra Gunakan Senjata Kimia di Ghouta Timur
Seorang bocah di Douma, Ghouta Timur, Suriah, berdiri di antara bangunan yang hancur akibat perang. Foto/REUTERS/Bassam Khabieh
A+ A-
NEW YORK - Duta Besar (Dubes) Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan kelompok militan al-Nusra di Ghouta Timur menggunakan senjata kimia jenis gas klorin. Dia menegaskan, al-Nusra sebagai kelompok teroris yang berhak diberantas pemerintah Suriah dari tempat persembunyiannya.

Nebenzia telah membela pemerintah Suriah dan operasi anti-terorisme yang sedang berlangsung di Ghouta Timur.

”Menurut informasi yang kami dapat, pada tanggal 5 Maret 2018, gerilyawan al-Nusra menggunakan zat klorin di Ghouta Timur, yang melukai 30 warga sipil. Semua ini dilakukan untuk mempersiapkan dasar-dasar tindakan militer unilateral terhadap Suriah yang berdaulat,” katanya.

“Kawasan pinggiran Kota Damaskus tidak bisa menjadi sarang terorisme. Dan ini digunakan untuk usaha terus-menerus oleh teroris guna melemahkan penghentian permusuhan,” lanjut diplomat Moskow ini.



Dewan Keamanan PBB secara bulat mengadopasi resolusi 2401 yang mengamanatkan gencatan senjata di Suriah selama satu bulan untuk memungkinkan penyaluran bantuan kemanusiaan.

Amerika Serikat (AS) menuduh rezim Suriah dan sekutunya—Rusia dan Iran—menghina resolusi DK PBB tersebut dengan terus melakukan pengeboman di Ghouta Timur.

Tapi, Suriah dan Rusia membela diri bahwa operasi yang sedang berlangsung di pinggiran Damaskus itu tidak melanggar resolusi 2401. Alasannya, operasi ditujukan terhadap kelompok teroris yang dikecualikan dalam resolusi DK PBB.

Menurut Nebenzia, kelompok teroris, tidak seperti Moskow dan Damaskus. Kelompok itu sering menyerang rumah sakit dan fasilitas sipil lainnya, dan serangan tersebut terdokumentasi dengan baik.

”Sejak resolusi tersebut disahkan, lebih dari 100 orang meninggal karena ini, dan jumlah korban luka jauh lebih tinggi. Lebih dari satu rumah sakit diserang,” kata Nebenzia.

”Ini adalah rumah sakit sejati, rumah sakit asli, bukan markas petempur yang sering mereka klaim sebagai rumah sakit,” papar Nebenzia.

Gerilyawan al-Nusra, lanjut dia, juga mencegah warga sipil meninggalkan zona tempur dengan menembakkan mortir dan para sniper membidik warga sipil.

”Mereka (militan) terus-menerus menyerang koridor kemanusiaan dan pos pemeriksaan, termasuk selama jeda kemanusiaan berlangsung,” kata Nebenzia. ”Mereka mengintensifkan penggunaan terowongan untuk memprovokasi militer Suriah dan pintu keluar terowongan tersebut berada di area bangunan umum, masjid dan rumah sakit paling utama,” imbuh dia.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak