alexametrics

Harimau Bonbin China Terkam Pawang yang Membesarkannya sejak Kecil

loading...
Harimau Bonbin China Terkam Pawang yang Membesarkannya sejak Kecil
Seekor harimau koleksi kebun binatang di China terkam pawang yang membesarkannya sejak kecil. Foto/Mirror/AsiaWire
A+ A-
BEIJING - Seorang zookeeper atau pawang satwa kebun binatang (bonbin) di China tewas di depan pengunjung setelah diterkam seekor harimau yang dibesarkannya sejak masih kecil.

Korban yang diidentifikasi dengan nama marga Wu bersama harimau di dalam kandang logam besar yang digunakan untuk latihan sirkus pada saat serangan terjadi.

“Kucing besar itu tiba-tiba menggigit dan mencekiknya sampai tewas,” kata seorang pejabat di Pemerintah Kota Fuzhou di Provinsi Fujian, China Timur, dalam sebuah pernyataan, tanpa merinci waktu kejadian.

Pernyataan itu menegaskan bahwa Wu, yang bekerja di Kebun Binatang Fuzhou, telah memelihara harimau itu sejak berumur satu tahun. Hewan tersebut telah dijinakkan melalui interaksi jangka panjang dengan manusia.

“Biasanya cukup jinak,” kata pejabat itu menggambarkan harimau koleksi Bonbin Fuzhou, seperti dikutip Daily Mirror, Selasa (13/3/2018).

Sebuah rekaman video di lokasi kejadian menunjukkan harimau tersebut berdiri di atas tubuh pelatihnya yang sudah tak bernyawa di dalam kandang. Kandang itu digunakan untuk pertunjukan sirkus.

Di video tersebut, seseorang terdengar berteriak; "Panggil polisi!"

Video lain, yang dirilis oleh media China, menunjukkan bahwa harimau tersebut terlihat mencakar pawangnya saat anggota staf bonbin lainnya mencoba mengusirnya dengan menggunakan tongkat.

Para staf akhirnya mendapat akses ke tubuh korban. Tapi, paramedis menyatakan korban telah meninggal.

Pihak Kebun Binatang Fuzhou mengatakan hewan yang dipamerkan untuk pengunjung itu sebagai bagian dari sebuah acara yang terkait dengan kelompok sirkus asal Provinsi Anhui, China Timur.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak