alexametrics

Kirim Sinyal Damai, Maduro Ajak Trump Duduk Satu Meja

loading...
Kirim Sinyal Damai, Maduro Ajak Trump Duduk Satu Meja
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Foto/Istimewa
A+ A-
CARACAS - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengajak Presiden Amerika Serikat (AS) untuk memulai dialog antara Caracas dan Washington. Ia pun meminta Trump untuk menentukan tanggal dan waktu pertemuan.

"Donald Trump telah mendesak agar tidak melakukan campur tangan dalam urusan dalam negeri, sekarang saatnya untuk menerapkan seruan ini dan terlibat dalam dialog daripada agresi. Dialog di Caracas atau Washington? Waktu dan tempat, dan Saya akan berada di sana," kata Maduro di akun Twitternya seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (20/2/2018).

Pada tanggal 4 Februari lalu, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan Washington menimbang sanksi terhadap sektor minyak Venezuela. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan tekanan pada otoritas negara tersebut dan membuat mereka kembali ke proses konstitusional.

Selama setahun terakhir, AS telah menjatuhkan sanksi kepada hampir 50 orang Venezuela karena merongrong demokrasi, menurut Departemen Luar Negeri.

Maduro, pada gilirannya, mengatakan bahwa Caracas mampu menahan tekanan dari AS. Menurut presiden Venezuela, negaranya terus-menerus terancam oleh kerajaan paling kuat di dunia.

Venezuela saat ini dalam krisis ekonomi dan politik yang didorong oleh jatuhnya harga minyak, dan telah menghadapi demonstrasi massa sejak musim semi lalu. Aksi tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap keputusan pengadilan tertinggi di negara itu yang membatasi wewenang legislatif parlemen.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak