alexametrics

Suriah Siap Bertempur Melawan Turki

loading...
Sebenarnya, tentara Turki telah mulai intervensi langsung di Suriah utara pada Agustus 2016 silam. Mereka membantu gerilyawan Suriah untuk menekan ISIS dari perbatasan Turki. Mereka juga menghentikan keterkaitan YPG dengan Afrin agar tidak bergerak lebih jauh ke wilayah Timur.

Bersatunya Suriah dan Kurdi memang jarang terjadi. Kedua entitas dalam konflik di Suriah itu memang kerap menghindari konflik satu sama lain selama perang. Tapi, mereka pernah memiliki satu musuh yang sama yakni ISIS.

Meskipun jarang berkonflik langsung, Kurdi dan Suriah memiliki perbedaan visi mengenai masa depan Suriah. Apalagi Presiden Assad berulang mengatakan akan mengambil alih seluruh wilayah Suriah.

“Pasukan populer akan tiba di Afrin dalam beberapa jam mendatang untuk mendukung rakyatnya. Mereka akan berkonfrontasi dengan pasukan rezim Turki yang telah menginvasi wilayah itu,” demikian laporan kantor berita SANA.

Selama ini, Turki menganganggap Partai Serikat Demokratik Kurdi (PYD) yang aktif di Suriah memiliki sayap militer PYD memiliki keterkaitan dengan Partai Pekerja Kurdi (PKK) di Ankara.

Baik PYD dan YPG menguasai wilayah Suriah utara, termasuk Afrin. Mereka juga mendapatkan dukungan dari Amerika Serikat (AS) dalam payung Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang berperang melawan gerilyawan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Dukungan AS bagi Turki menciptakan krisis diplomasi dengan dua sekutu NATO tersebut.

Konflik Memburuk
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu memperingatkan militer Turki akan berkonfrontasi dengan pasukan Pemerintah Suriah yang memasuki Provinsi Afrin. Jika memang terjadi pertempuran langsung, bisa jadi konflik di Suriah akan semakin meluas.

“Jika rezim (tentara Suriah) memasuki wilayah tersebut untuk melakukan pembersihan PKK dan PYD, maka tidak ada masalah,” ujar Cavusoglun mengacu pada militer yang loyal terhadap Presiden Bashar al-Assad.

“Namun, jika tentara Suriah itu bertujuan membela YPG, maka tidak ada seorang pun bisa menghentikan kita atau tentara turki,” katanya dalam konferensi pers di Amman, Yordania, dilansir Reuters.

Sebelumnya, Cavusoglu juga menegaskan Turki tidak pernah menggunakan senjata kimia dalam operasi tempur di Suriah. Dia menegaskan Ankara selalu melindungi warga sipil. Bantahan itu setelah pasukan Kurdi di Suriah dan kelompok monitor perang menuding Turki melancarkan serangan gas kimia di Afrin.

“Itu hanya cerita palsu. Turki tidak pernah menggunakan senjata kimia,” kata Cavusoglu.

Dia mengabaikan laporan yang merupakan propaganda PKK yang ingin memojokkan Turki. Dia menegaskan serangan Turki selalu melindungi warga sipil. “Tapi, YPG selalu menggunakan warga sipil sebagai tameng hidup di wilayah yang dikuasainya,” katanya. (Andika Hendra)
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak