alexametrics

Tim Penyelamat Temukan Reruntuhan Pesawat Iran yang Jatuh

loading...
Tim Penyelamat Temukan Reruntuhan Pesawat Iran yang Jatuh
Tim penyelamat berhasil menemukan reruntuhan pesawat Iran yang menabrak Gunung Dena di Selatan Iran. Foto/Istimewa
A+ A-
TEHERAN - Tim pencari dan penyelamat Iran telah berhasil mencapai lokasi kecelakaan pesawat yang jatuh pada Minggu kemarin. Sekitar 66 orang yang ada dalam pesawat nahas itu dinyatakan tewas.

Aseman Airlines ATR-72, pesawat turboprop bermesin ganda yang digunakan untuk terbang jarak pendek, jatuh pada hari Minggu dalam cuaca berkabut. Pesawat itu menabrak Gunung Dena di daerah terpencil di selatan Iran. Pihak maskapai mengatakan semua yang ada di dalam pesawat dengan nomor penerbangan EP3704 tewas, termasuk enam anggota awak kapal.

ATR-72 jatuh di dekat tempat tujuannya, kota selatan Yasuj, sekitar 780 kilometer selatan ibu kota Iran, di mana ia lepas landas.

Kecelakaan pesawat, yang kembali beroperasi setelah beberapa bulan yang lalu dihukum selama tujuh tahun, merupakan bencana penerbangan fatal lainnya bagi Iran. Negeri Mullah ini selama bertahun-tahun dilarang membeli pesawat-pesawat yang diperlukan karena sanksi Barat atas program nuklirnya.

Seperti dikutip AS dari Press TV, Selasa (20/2/2018), tim pencari mencapai lokasi kecelakaan sebelum fajar pada hari Senin. Stasiun televisi tersebut mengatakan bahwa cuaca telah membaik, meski masih berangin kencang. Sementara kantor berita semi resmi Tasnim mengutip sumber dari militer yang menyatakan bahwa Rusia telah membantu menemukan lokasi kecelakaan tersebut. Rusia dan Iran adalah sekutu militer yang dekat.

Rekaman siaran Televisi sebuah helikopter bergabung dalam pencarian. Siaran televisi menunjukkan ambulans dan kendaraan penyelamat lainya bersiap untuk mencapai lokasi di Gunung Dena, yang tingginya sekitar 4.400 meter. Situs ini dilaporkan berada pada ketinggian 3.500 meter.

Gerai berita dan pejabat Iran lainnya tidak mengkonfirmasi bahwa lokasi kecelakaan telah dicapai. Radio negara mengatakan lima helikopter dan lima pesawat tak berawak aktif dalam operasi pencarian. Kantor berita semi-resmi Iran, ISNA, mengatakan bahwa lebih dari 150 pendaki telah bergabung dalam operasi tersebut.

Menteri Transportasi Abbas Akhoundi meninggalkan Teheran pada hari Senin untuk mengunjungi lokasi kecelakaan tersebut, lapor TV pemerintah. Rekaman yang diposting di situs berita independen menunjukkan ia berada di kokpit sebuah pesawat yang mengambil bagian dalam pencarian. Stasiun televisi negara yang mengutipnya mengatakan penyebab kecelakaan itu masih tidak jelas.

Reza Jafarzadeh, juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran, mengatakan bahwa seorang delegasi tujuh anggota dari Prancis akan tiba di Teheran pada hari Senin untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut, kantor berita resmi IRNA melaporkan. Jafarzadeh mengatakan bahwa delegasi tersebut mencakup empat pejabat dari produsen pesawat terbang Prancis-Italia ATR.

Angin kencang telah menyulitkan menerbangkan helikopter dan pesawat tak berawak, menghambat usaha pencarian.

Kesepakatan nuklir 2015 dengan kekuatan dunia mengangkat sanksi internasional terhadap Teheran dengan imbalan pembatasan program pengayaan nuklirnya, yang memungkinkan Iran untuk membeli pesawat terbang dan pesawat terbang. Negara ini telah menandatangani kesepakatan untuk membeli pesawat baru senilai puluhan miliar dolar.

Namun, penolakan Presiden Donald Trump dan menuntut negosiasi ulang kesepakatan tersebut telah menyuntikkan ketidakpastian ke dalam penjualan tersebut.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak