alexametrics

ISIS Klaim Serangan Gereja di Rusia

loading...
ISIS Klaim Serangan Gereja di Rusia
ISIS mengaku bertanggung jawab atas penembak di sebuah gereja di Dagestan, Rusia. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
MOSKOW - ISIS mengklaim serangan bertanggung jawab atas penembakan di Provinsi Dagestan, Rusia selatan. Sedikitnya lima orang, termasuk pelaku penyerangan, tewas dalam insiden tersebut.

Klaim tersebut dilaporkan oleh kantor berita yang selama ini menjadi perpanjangan tangan ISIS, Amaq, seperti dikutip dari New York Times, Senin (19/2/2018).

Seorang pria menembaki kerumunan orang yang meninggalkan sebuah gereja pada hari Minggu, menewaskan empat orang dan melukai setidaknya lima lainnya, kantor berita Rusia melaporkan, mengutip kementerian kesehatan setempat.

Penembakan tersebut terjadi di kota Kizlyar, Ibu Kota provinsi di Republik Dagestan. Pria bersenjata tersebut melepaskan tembakan dengan senapan berburu ke sekelompok orang yang meninggalkan sebuah upacara gereja untuk berakhirnya festival rakyat Rusia Maslenitsa, yang menandai dimulainya masa Prapaskah untuk umat Kristen Ortodoks Rusia.

Seorang saksi mata penembakan tersebut, Oksana mengatakan, peristiwa itu terjadi tepat di depan gereja Kristen. Pria bersenjata tersebut menargetkan orang-orang saat mereka pergi, tapi untungnya banyak pengunjung gereja berhasil berlindung di dalam gedung. Hal ini memberi lebih banyak waktu bagi petugas keamanan untuk menanggapi serangan tersebut.

"Ada banyak orang di sana, ibu dengan anak kecil, orang tua. Saya percaya Tuhan menyelamatkan kita, tidak membiarkan orang tersebut masuk ke dalam gereja," kata Oksana.

Ia menambahkan bahwa pria bersenjata itu tewas saat mencoba melarikan diri dari tempat kejadian.

Komite Investigasi Rusia mengatakan bahwa pelaku bersenjata tersebut telah diidentifikasi sebagai penduduk lokal berusia 20-an tahun.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak