alexametrics

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS-Israel

loading...
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS-Israel
Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
TEHERAN - Otoritas Iran berhasil membongkar jaringan mata-mata Amerika Serikat (AS)-Israel dan menangkap anggotanya. Hal itu diungkapkan oleh Jaksa Agung Iran.

"Para terdakwa mengumpulkan informasi tentang negara di wilayah strategis, di bawah proyek ilmiah dan lingkungan," kata Abbas Jafari Dolatabadi seperti dikutip dari Middle East Monitor, Jumat (16/2/2018).

Menurut Dolatabadi, terduga mata-mata itu memasang kamera di wilayah strategis di seluruh Iran guna memantau aktivitas rudal. Gambar dan sejumlah data lainnya dikirimkan kepada pihak asing dengan dalih melaksanakan proyek ilmiah dan lingkungan.

Pejabat senior tersebut mengatakan bahwa salah satu terduga memiliki kewarganegaraan Iran, AS dan Inggris. Ia memberikan dukungan finansial untuk sebuah organisasi lingkungan Iran. Terduga lainnya adalah Direktur Yayasan Warisan Budaya Persia Kavous Seyed Emami yang memiliki hubungan dengan seorang perwira intelijen AS yang mengunjungi Iran di masa lalu. Kavous Seyed Emami adalah seorang aktivis lingkungan berkewarganegaraan ganda, Iran-Kanada, menghembuskan nafas terakhirnya di balik jeruji besi Iran.



Baca juga:
Aktivis Lingkungan Kanada Meninggal di Penjara Iran


Menurut para penyidik, beberapa terdakwa mengaku pernah mengunjungi wilayah pendudukan Palestina beberapa waktu untuk berpartisipasi dalam konferensi MENARID, yang dihadiri oleh anggota Mossad.

"Tujuan utama rencana bersama CIA dan Mossad adalah menciptakan krisis di beberapa sektor lingkungan Iran, mengumpulkan informasi melalui jaringan ini, dan mengirimkannya ke Washington," jelas Dolatabadi.

Ia menambahkan bahwa dua perwira intelijen AS mengunjungi Iran secara diam-diam dengan berbagai dalih, termasuk pendirian sebuah organisasi lingkungan. Berdasarkan dokumen yang ditemukan, AS dikatakan telah mendirikan organisasi tersebut sepuluh tahun yang lalu di Iran untuk memata-matai kegiatan pertahanan dan rudal negara tersebut.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak