alexametrics

Tel Aviv Ketakutan Bila Assad Tumpahkan Senjata Kimia ke Israel

Tel Aviv Ketakutan Bila Assad Tumpahkan Senjata Kimia ke Israel
Ahli senjata kimia PBB saat melakukan investigasi di Suriah. Foto/REUTERS
A+ A-
TEL AVIV - Pemerintah Israel mulai ketakutan jika rezim Suriah yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad menumpahkan senjata kimia ke wilayah Israel di Dataran Tinggi Golan. Tel Aviv memastikan akan menanggapi dengan kuat jika situasi semacam itu terjadi.

Reaksi ketakutan Israel itu terungkap dalam dokumen kabel rahasia Kementerian Luar Negeri-nya yang ditujukan kepada duta besarnya di 15 negara.

Kementerian Luar Negeri Israel khawatir gas berracun Suriah dapat bocor ke Israel jika rezim Assad menggunakan senjata kimianya terhadap pemberontak di dekat Dataran Tinggi Golan.

Dalam pesan rahasia kepada 15 duta besarnya di berbagai negara, Israel memberikan pedoman untuk mengirim pesan yang kuat kepada negara-negara tuan rumah terkait sepak terjang Iran, Suriah dan Hizbullah Lebanon.

Laporan tentang kabel diplomatik itu muncul setelah militer negara Yahudi itu mengklaim menembak jatuh pesawat nirawak atau UAV Iran yang menyusup dari Suriah ke Israel beberapa hari lalu. Militer Israel kemudian menyerang wilayah Suriah yang diyakini sebagai basis operator UAV Iran, namun militer Damaskus merespons dengan rentetan tembakan rudal anti-pesawat yang menjatuhkan salah satu jet tempur F-16 Israel.

“Utusan (duta besar) agar menyampaikan bahwa harus dijelaskan tentang insiden semacam itu yang mengharuskan Israel merespons dengan cara yang paling kuat,” bunyi pesan kabel diplomatik Kementerian Luar Negeri Israel untuk 15 duta besarnya yang dilansir Times of Israel, Kamis (15/2/2018).

Kementerian Luar Negeri itu meminta duta besarnya untuk menekankan kepada para pemimpin politik senior di negara-negara tuan rumah bahwa kekuatan Teheran di Suriah dapat meningkatkan keinginan Republik Islam Iran untuk melakukan serangan tambahan terhadap Israel, yang akan menyebabkan eskalasi permusuhan di seluruh wilayah.

”Kita harus menyampaikan pesan bahwa Israel tidak akan mengizinkan ini dan akan membela diri, warganya, dan kedaulatannya,” lanjut pesan kabel diplomatik tersebut.

Pada bulan Juli 2012, kekhawatiran serupa terjadi di seluruh Israel bahwa kelompok-kelompok teror dapat menguasai sekumpulan besar senjata kimia Suriah. Pejabat Tel Aviv pada saat itu mengatakan bahwa Assad dapat mentransfer senjata ke kelompok Hizbullah Lebanon. Banyak masker gas bahkan didistribusikan ke warga sipil dalam jumlah besar.

Pemerintah Suriah pada hari Rabu membantah telah memiliki senjata kimia dan mencap penggunaan senjata semacam itu tidak bermoral dan tidak dapat diterima.

Namun, tim investigasi gabungan yang terdiri dari para ahli dari PBB dan Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia menyimpulkan bahwa pemerintah Suriah menggunakan gas klorin setidaknya dalam dua serangan pada tahun 2014 dan 2015 dan menggunakan agen saraf sarin dalam serangan udara terhadap Khan Sheikhoun pada bulan April tahun lalu yang menewaskan sekitar 100 orang dan berdampak pada sekitar 200 lainnya.

Pada tanggal 1 Februari, Washington mengatakan bahwa rezim Assad dapat membuat senjata kimia baru dan memperingatkan bahwa pihaknya mempertimbangkan serangan baru terhadap rezim tersebut.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top