alexametrics

AS Bilang Pakistan Kembangkan Senjata Nuklir Jenis Baru

loading...
AS Bilang Pakistan Kembangkan Senjata Nuklir Jenis Baru
Rudal balistik surface-to-surface Shaheen dipamerkan Pakistan. AS menuding Pakistan kembangan senjata nuklir jenis baru. Foto/REUTERS
A+ A-
WASHINGTON - Pakistan sedang mengembangkan senjata nuklir jenis baru, termasuk senjata taktis jarak pendek, yang membawa lebih banyak risiko di wilayah tersebut. Demikian peringatan Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS) Dan Coats.

Pernyataan Coats muncul beberapa hari setelah sekelompok milisi Jaish-e-Muhammad yang berbasis di Pakistan menyerang Kamp Militer Sunjuwan di Jammu. Serangan itu menewaskan tujuh orang termasuk enam tentara.

Pernyataan Coats disampaikan kepada anggota parlemen saat rapat dengar pendapat mengenai ancaman di seluruh dunia. Rapat diselenggarakan oleh Komite Intelijen Senat pada hari Selasa waktu AS.

Dia memperingatkan bahwa Pakistan terus memproduksi senjata nuklir dan mengembangkan senjata nuklir jenis baru, termasuk senjata taktis jarak pendek, rudal jelajah berbasis laut, rudal peluncur udara, dan rudal balistik jarak jauh.



Senjata-senjata itu, ujar Coats, akan memperkenalkan risiko baru untuk dinamika eskalasi dan keamanan di kawasan ini. Coats juga memperingatkan bahwa kelompok milisi yang didukung Pakistan akan terus melakukan serangan di India, sehingga mempertaruhkan eskalasi ketegangan antara kedua negara bertetangga tersebut.

”Kelompok militan yang didukung oleh Islamabad akan terus memanfaatkan tempat persembunyian mereka di Pakistan untuk merencanakan dan melakukan serangan di India dan Afghanistan, termasuk terhadap kepentingan AS,” kata Coats dalam rapat bertajuk “Worldwide Threat Assessment”, yang dikutip dari Press Truts of India (PTI), Kamis (15/2/2018).

Selain Pakistan, Coats menyebut Korea Utara akan menjadi ancaman dengan senjata pemusnah massal selama beberapa tahun ke depan.

Sejarah teknologi rudal balistik Korea Utara dilaporkan terkait dengan kerja sama beberapa negara, termasuk Iran dan Suriah. Suriah sendiri pernah dibantu dalam pembangunan reaktor nuklir yang pada akhirnya dihancurkan pada tahun 2007.

Pada tahun 2017 Korea Utara  secara berturut-turut melakukan sejumlah tes rudal balistik, termasuk tes rudal balistik antarbenua (ICBM).

Pyongyang yang dipimpin diktator Kim Jong-un berkomitmen untuk mengembangkan rudal jarak jauh yang mampu membawa hulu ledak nuklir serta dapat menimbulkan ancaman langsung ke Amerika Serikat.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak