alexametrics

Boko Haram Serahkan 13 Sandera ke Pemerintah Nigeria

loading...
Boko Haram Serahkan 13 Sandera ke Pemerintah Nigeria
Boko Haram bebaskan 13 sandera yang mereka culik pada tahun lalu. Foto/Istimewa
A+ A-
MAIDUGURI - Kepresidenan Nigeria mengatakan milisi Boko Haram telah membebaskan 13 sandera yang diculik pada tahun lalu. Para sandera dibebaskan setelah pihak berwenang menegosiasikan pembebasan mereka dengan kelompok militan Islam tersebut.

Penculikan tersebut merupakan bagian dari kampanye serangan tahun lalu oleh kelompok ekstrimis yang berniat membentuk sebuah negara Islam di timur laut Nigeria. Aksi pemberontakan itu telah menewaskan sedikitnya 20 orang dan memaksa 2,7 juta orang meninggalkan rumah mereka sejak 2009.

Tiga dari sandera tersebut adalah dosen dari Universitas Maiduguri yang diculik saat melakukan perjalanan eksplorasi minyak di Magumeri, di negara bagian Borno timur laut, pada bulan Juli 2017. 10 lainnya adalah petugas polisi wanita yang diculik pada sebuah konvoi bulan sebelumnya.

"Pembebasan mereka mengikuti serangkaian perundingan yang diarahkan oleh Presiden (Muhammadu) Buhari dan difasilitasi oleh Komite Palang Merah Internasional, ICRC," kata seorang juru bicara kepresidenan dalam sebuah pernyataan seperti disitir dari Reuters, Minggu (11/2/2018).

ICRC mengatakan telah bertindak sebagai perantara netral dalam penyanderaan tersebut.

"ICRC tidak terlibat dalam negosiasi yang menyebabkan penyerahan 13 orang tersebut. Oposisi bersenjata menyerahkan 13 orang tersebut kepada perwakilan ICRC yang memindahkan mereka ke pihak berwenang Nigeria," kata lembaga itu dalam sebuah pernyataan.

ICRC juga bertindak sebagai perantara dalam pembebasan sejumlah siswi yang diculik oleh Boko Haram dari sebuah sekolah di Chibok pada Oktober 2016 dan Mei 2017. Boko Haram menculik lebih dari 200 siswi dari sekolah di wilayah timur laut Nigeria itu pada 2014 lalu.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak