Rahasia Shejaiya, Wilayah Gaza yang Berani dan Tak Dapat Dihancurkan Israel
Kamis, 14 Desember 2023 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
Tidak ada yang tahu dari mana para pejuang itu berasal, dan ke mana mereka menghilang seperti ditelan bumi.
Militer Israel sendiri telah mencapai kesimpulan bahwa pertempuran Shejaiya tidak dapat dimenangkan dari udara, artinya melalui serangan udara.
Namun tampaknya hal ini juga tidak bisa dimenangkan lewat serangan darat, karena aliran berita dan video terus bermunculan dari wilayah Shejaiya, tentang tentara Israel yang ditembak, tank diledakkan, dan pertempuran sengit, yang hasilnya hampir selalu ditentukan oleh pihak pejuang Palestina.
Tidak berlebihan jika dikatakan pertempuran Shejaiya kemungkinan besar menjadi salah satu faktor utama kekalahan tentara Israel di Gaza.
Namun legenda Shejaiya bukanlah cerita baru yang rentang hidupnya berkisar antara Juli 2014 hingga Desember 2023. Lantas, bagaimana kisah Shejaiya?
Shejaiya adalah salah satu lingkungan terbesar di Kota Gaza. Letaknya tepat di sebelah timur kota dan terbagi menjadi dua wilayah, wilayah selatan, yang dikenal sebagai Turkman, dan wilayah utara, yang dikenal sebagai Jdeidah.
Jdeidah dibangun pada era Ayyubaid dan didirikan pada abad ke-12.
Etimologi dari kata Shejaiya sering disalahpahami. Kata tersebut menunjukkan hubungan langsung dengan kata benda Shajaa’ yang berarti keberanian.
Penjelasan ini masuk akal bagi banyak orang karena keberanian para pejuang yang berasal dari lingkungan ini selama bertahun-tahun.
Namun sumber sejarah menyatakan nama tersebut diberikan kepada Shuja al-Din Othman al-Kurdi, seorang pejuang terkenal yang tewas dalam pertempuran antara Ayyubaids dan tentara salib yang menyerang pada tahun 1239 M.
Signifikansi militer Shejaiya telah terlihat selama ratusan tahun, sebagian karena Tell Al-Muntar, bukit strategis yang terletak di Shejaiya dan dianggap sebagai pintu gerbang ke Gaza.
Mereka yang menguasai Bukit Al-Muntar mempunyai akses visual dan strategis ke seluruh Kota Gaza.
Inilah sebabnya mengapa Napoleon Bonaparte berjuang untuk menguasai Al-Muntar, dan akhirnya berkemah bersama pasukan penyerangnya di sekitar bukit.
Di sana juga, ribuan tentara Sekutu, bertahun-tahun kemudian, tewas di dekat bukit itu, yang menjelaskan Makam Perang Dunia I di Gaza.
Makam itu menjadi salah satu dari banyak situs bersejarah yang menceritakan kisah yang jauh lebih besar daripada perang Israel dan tujuan Tel Aviv untuk 'menghilangkan Hamas'.
Bahkan demografi Shejaiya berakar pada kisah invasi, keberanian, dan kekalahan telak para penakluk.
Militer Israel sendiri telah mencapai kesimpulan bahwa pertempuran Shejaiya tidak dapat dimenangkan dari udara, artinya melalui serangan udara.
Namun tampaknya hal ini juga tidak bisa dimenangkan lewat serangan darat, karena aliran berita dan video terus bermunculan dari wilayah Shejaiya, tentang tentara Israel yang ditembak, tank diledakkan, dan pertempuran sengit, yang hasilnya hampir selalu ditentukan oleh pihak pejuang Palestina.
Tidak berlebihan jika dikatakan pertempuran Shejaiya kemungkinan besar menjadi salah satu faktor utama kekalahan tentara Israel di Gaza.
Namun legenda Shejaiya bukanlah cerita baru yang rentang hidupnya berkisar antara Juli 2014 hingga Desember 2023. Lantas, bagaimana kisah Shejaiya?
Apalah Arti Sebuah Nama?
Shejaiya adalah salah satu lingkungan terbesar di Kota Gaza. Letaknya tepat di sebelah timur kota dan terbagi menjadi dua wilayah, wilayah selatan, yang dikenal sebagai Turkman, dan wilayah utara, yang dikenal sebagai Jdeidah.
Jdeidah dibangun pada era Ayyubaid dan didirikan pada abad ke-12.
Etimologi dari kata Shejaiya sering disalahpahami. Kata tersebut menunjukkan hubungan langsung dengan kata benda Shajaa’ yang berarti keberanian.
Penjelasan ini masuk akal bagi banyak orang karena keberanian para pejuang yang berasal dari lingkungan ini selama bertahun-tahun.
Namun sumber sejarah menyatakan nama tersebut diberikan kepada Shuja al-Din Othman al-Kurdi, seorang pejuang terkenal yang tewas dalam pertempuran antara Ayyubaids dan tentara salib yang menyerang pada tahun 1239 M.
Gerbang ke Gaza
Signifikansi militer Shejaiya telah terlihat selama ratusan tahun, sebagian karena Tell Al-Muntar, bukit strategis yang terletak di Shejaiya dan dianggap sebagai pintu gerbang ke Gaza.
Mereka yang menguasai Bukit Al-Muntar mempunyai akses visual dan strategis ke seluruh Kota Gaza.
Inilah sebabnya mengapa Napoleon Bonaparte berjuang untuk menguasai Al-Muntar, dan akhirnya berkemah bersama pasukan penyerangnya di sekitar bukit.
Di sana juga, ribuan tentara Sekutu, bertahun-tahun kemudian, tewas di dekat bukit itu, yang menjelaskan Makam Perang Dunia I di Gaza.
Makam itu menjadi salah satu dari banyak situs bersejarah yang menceritakan kisah yang jauh lebih besar daripada perang Israel dan tujuan Tel Aviv untuk 'menghilangkan Hamas'.
Bahkan demografi Shejaiya berakar pada kisah invasi, keberanian, dan kekalahan telak para penakluk.
Lihat Juga :