Trump: Rusia dan China Tidak Ingin Saya Kembali Menjadi Presiden AS

loading...
Trump: Rusia dan China Tidak Ingin Saya Kembali Menjadi Presiden AS
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump percaya bahwa dia adalah orang terakhir yang Rusia dan China ingin lihat sebagai presiden AS. Foto/REUTERS
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump percaya bahwa dia adalah orang terakhir yang Rusia dan China ingin lihat sebagai presiden AS. Trump kembali maju dalam pemilihan Presiden AS yang dijadwalkan berlangsung 3 November mendatang.

"Orang terakhir yang ingin dilihat Rusia di kantor (Presiden AS) adalah Donald Trump, karena tidak ada yang lebih tangguh di Rusia daripada saya," kata Trump, seperti dilansir Tass pada Minggu (9/8/2020).

(Baca juga: Trump Mulai Mainkan Isu Agama, Sebut Biden Melawan Tuhan)

Ketika diminta untuk mengomentari laporan dugaan campur tangan asing ke dalam pemungutan suara AS, Trump mengatakan pihaknya akan terus melakukan penyelidikan akan hal ini. "Kami akan melihat itu lebih dekat," ucapnya.



Pernyataan itu muncul tidak lama setelah adanya laporan oleh Direktur Kontra Intelijen dan Keamanan Nasional (NCSC), William Evanina. Evanina mengatakan, Rusia berusaha untuk menjelekan lawan Trump, Joe Biden.

"China dan Iran, pada saat yang sama, enggan melihat Trump terpilih kembali," ucapnya. (Baca juga: Serangan Rudal Rusia Tak Terkendali, Bisa Balas Serangan Apa Saja)

Sementara itu, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan bahwa menjelang pemilihan Presiden AS, semakin banyak laporan paranoid tentang dugaan campur tangan Rusia akan muncul. "Mereka pasti tidak ada hubungannya dengan kebenaran," ujarnya.
(esn)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top