alexametrics

AS Sangkal Bentuk 'Pasukan Teroris' Baru di Suriah

AS Sangkal Bentuk Pasukan Teroris Baru di Suriah
Anggota pasukan militer Amerika Serikat dengan kendaraan tempur di Darbasiya, Suriah, yang berbatasan dengan Turki. Foto/REUTERS/Rodi Said
A+ A-
WASHINGTON - Pentagon menyangkal tuduhan Ankara bahwa Amerika Serikat (AS) sedang membentuk “pasukan teroris” baru di wilayah Suriah yang berbatasan dengan Turki.

Pemerintah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebelumnya marah dengan menuduh Pentagon membentuk tentara baru atau penjaga perbatasan konvensional di Suriah yang oleh Ankara disebut sebagai “pasukan teroris”.

Julukan itu muncul karena pasukan baru yang dituduhkan berisi anggota milisi Kurdi YPG—kelompok yang dominan di Tentara Pembebasan Suriah (SDF)—yang oleh Turki dinyatakan sebagai  kelompok teroris.

Baca: Erdogan: AS Coba Membentuk 'Pasukan Teroris' di Suriah

Erdogan telah bersumpah akan merespons keberadaan pasukan itu di perbatasan negaranya demi keamanan nasional.

”Apa yang harus kita lakukan adalah menenggelamkan tentara teror ini sebelum terbentuk,” kata Erdogan dalam sebuah pidatonya di Ankara, beberapa hari lalu. Menurut Erdogan, pasukan Kurdi itu pada akhirnya akan membidikkan senjatanya ke AS di masa depan.

Pentagon mengklaim AS hanya melatih pasukan lokal, bukan membentuk pasukan baru. ”AS terus melatih pasukan keamanan lokal di Suriah. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan keamanan bagi orang-orang yang kehilangan tempat tinggal kembali ke komunitas mereka yang hancur,” kata Pentagon dalam sebuah pernyataan.

”Hal ini juga penting agar ISIS tidak dapat muncul kembali di daerah yang bebas dan tidak berdaulat. Ini bukan kekuatan ‘tentara’ atau ‘penjaga perbatasan’ baru,” lanjut Pentagon, seperti dikutip Reuters, Kamis (18/1/2018).
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top