alexametrics

Afghanistan Akui Ketergantungan kepada AS

loading...
Afghanistan Akui Ketergantungan kepada AS
Presiden Afghanistan Asraf Ghani menyatakan tanpa bantuan dari AS pihaknya tidak akan mampu melawan kelompok teroris yang beroperasi di negaranya. Foto/Istimewa
A+ A-
KABUL - Presiden Afghanistan, Asraf Ghani mengakui negaranya memiliki ketergantungan kepada Amerika Serikat (AS). Ghani menyatakan, tanpa bantuan dan dukungan dari AS, pihaknya tidak akan mampu melawan kelompok teroris yang beroperasi di Afghanistan.

"Kami tidak akan bisa mendukung tentara kami selama enam bulan tanpa dukungan AS dan kemampuan AS. Karena kami tidak punya uang," kata Ghani dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Russia Today pada Selasa (16/1).

"Setidaknya, 21 kelompok teroris internasional  beroperasi di Afghanistan. Teroris dapat menyerang setiap saat. Puluhan pembom bunuh diri sedang dikirim. Ada pabrik yang memproduksi bom bunuh diri. Kami dikepung," sambungnya.

Pada bulan Agustus tahun lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan sebuah strategi baru di Afghanistan dan berjanji melanjutkan dukungan Amerika untuk militer Afghanistan. Trump juga mengatakan bahwa kontingen AS di Afghanistan akan diperluas. Ada sekitar 14 ribu tentara AS di Afghanistan saat ini, termasuk 3.000 yang dikirim pada bulan September, menyusul pengumuman Trump.

Pekan lalu, pejabat militer AS mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa Pentagon berharap dapat meningkatkan kehadiran militer Amerika di Afghanistan pada musim semi, dengan mengerahkan sekitar 1.000 penasihat tempur baru ke Afghanistan. 

Pentagon juga dilaporkan akan mengirim kendaraan udara tak berawak tambahan (UAV), serta helikopter dan kendaraan darat. Dengan persenjataan baru tersebut, AS berharap akhirnya bisa mengalahkan Taliban dan kelompok pemberontak lainnya di Afghanistan.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak