alexametrics

Peringatan Palsu Hawaii Diserang Rudal Disebabkan Salah Pencet

loading...
Peringatan Palsu Hawaii Diserang Rudal Disebabkan Salah Pencet
Gubernur Hawaii, David Y. Ige menyatakan peringatan ini bisa muncul karena ada salah satu petugas Badan Manajemen Darurat Hawaii salah memencet tombol. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Gubernur Hawaii, David Y. Ige menyatakan, insiden peringatan rudal palsu disebabkan oleh kesalahan manusia. Menurutnya, peringatan ini bisa muncul karena ada salah satu petugas Badan Manajemen Darurat Hawaii salah memencet tombol.

"Ini adalah kesalahan manusia, seorang pekerja yang menekan tombol yang salah selama perubahan shift di pos komando darurat negara," kata Ige dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Strait Times pada Minggu (14/1).

Meski disebut hal ini disebabkan oleh kesalahan manusia, Komisi Komunikasi Federal (FCC), Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah akan melakukan penyelidikan atas insiden peringatan palsu tersebut.

Konisaris FCC, Jessica Rosenworcel menyatakan adanya peringatan palsu ini adalah sebuah bentuk kesalahan sistem, dan dia menyatakan hal semacam ini merupakan sesuatu hal yang mengkhawatirkan.

"Peringatan darurat dimaksudkan agar kita dan keluarga kita tetap aman, tidak menimbulkan kepanikan yang salah. Kita harus menyelidiki dan kita harus berbuat lebih baik," kata Jessica.

Sebelumnya diwartakan, kemarin sebuah peringatan darurat dikirim ke ponsel warga dan media sosial. ”Ancaman rudal balistik masuk ke Hawaii. Carilah tempat perlindungan segera, ini bukan latihan,” bunyi peringatan tersebut. Peringatan, yang ternyata adalah peringatan palsu tersebut membuat panik warga Hawaii. 

Jamie Malapit, pemilik salon rambut Honolulu, memberi tahu kliennya bahwa dia membatalkan janji dan menutup usahanya saat mendenger alarm bahaya itu. Dia mengaku masih panik dan merasa paranoid bahkan setelah mendengarnya penjelasan bahwa peringatan yang dia terima adalah palsu.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak