alexametrics

Gunung Berapi di Papua Nugini Meletus, Ribuan Warga Dievakuasi

loading...
Gunung Berapi di Papua Nugini Meletus, Ribuan Warga Dievakuasi
Sebuah gunung berapi di pulau Kadovar, Papua Nugini, meletus. Foto/Istimewa
A+ A-
PORT MORESBY - Sekitar 1.500 orang dievakuasi dari sebuah pulau di lepas pantai utara Papua Nugini (PNG) setelah sebuah gunung berapi di dekatnya meletus. Demikian pernyataan yang dikeluarkan Palang Merah setempat.

Sebuah gunung berapi di pulau Kadovar, yang terletak sekitar 24 km utara daratan Papua, mulai meletus pada 5 Januari. Hal itu mendorong evakuasi 590 orang di Kadovar ke pulau Blup Blup di dekatnya.

Observatorium Vulkanologi Rabaul mengatakan setelah menyemburkan abu selama beberapa hari, gunung berapi tersebut meletus pada hari Jumat, mengeluarkan batu-batu merah bercahaya dan belerang dioksida. Pemerintah PNG kemudian memutuskan untuk mengevakuasi Blup Blup juga karena kesulitan memasok bantuan untuk orang-orang dipulau itu seiring bahaya dari letusan tersebut.

Sekretaris Jenderal Palang Merah PNG Uvenama Rova mengatakan pengungsi dipindahkan ke daratan dan Palang Merah Internasional menyediakan dana sekitar USD26,274 untuk membantu mereka.

"Orang-orang di sana, saat gunung berapi meletus, mereka segera bergegas untuk melarikan diri. Jadi mereka sangat membutuhkan makanan, air, tempat tinggal dan pakaian juga," katanya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (14/1/2018).

Dalam buletin terakhir yang dikeluarkan, Observatorium mengatakan sebuah kubah lava pada Kadover terlihat di laut di dasar awan uap putih tebal yang naik hingga 600 meter di atas permukaan laut.

Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengumumkan pada twitter bahwa Pemerintah Australia memberikan bantuan kemanusiaan sebesar USD19,775 untuk mereka yang terkena dampak.

"Tidak ada catatan yang terkonfirmasi tentang letusan Kadovar sebelumnya," kata Chris Firth, seorang ahli vulkanologi di Universitas Macquarie, namun para ilmuwan berspekulasi bahwa ini bisa menjadi salah satu dari dua "pulau terbakar" yang disebutkan dalam jurnal bajak laut Inggris abad ke 17 dan petualang maritim William Dampier.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak