alexametrics

Pendukung Trump Coba 'Tangkap' Walikota London

loading...
Pendukung Trump Coba Tangkap Walikota London
Wali Kota London Sadiq Khan. Foto/Istimewa
A+ A-
LONDON - Para pendukung sayap kanan Inggris sembari membawa bendera Amerika Serikat (AS) berusaha untuk "menangkap" Wali Kota London dan pengkritik Presiden Donald Trump, Sadiq Khan.

Khan tengah menyampaikan pidatonya di perhimpunan sayap kiri tertua di Inggris Fabian Society saat demonstran dari kelompok White Pendragons, meneriakkan slogan pro Trump dan pro Brexit mengganggu pidatonya.

Sebelumnya, Khan mengatakan bahwa Presiden Donald Trump telah menerima pesan bahwa ia tidak diterima di London setelah membatalkan kunjungannya ke Negeri Ratu Elizabeth itu.

"Hadirin sekalian, kami di sini hari ini untuk melakukan penangkapan warga tanpa kekerasan dan damai," teriak seorang pemrotes dalam sebuah video yang diposkan di Twitter seperti dikutip dari Newsweek, Minggu (14/1/2018).



Saat keamanan muncul untuk mengantar para pemrotes keluar dari arena, mereka dicemooh dan dicela oleh kerumunan yang datang untuk melihat pidato Khan.

Tapi seorang pemrotes menolak untuk pergi. "Kami berdiri di bawah yurisdiksi common law," katanya.

"Jika Anda menyentuh kami, Anda akan melakukan serangan umum. Tolong berdiri kembali, jangan sentuh kami. Kami tidak pergi, kami sudah membayar tiket," ujarnya.

Khan sendiri dilaporkan duduk santai sembari membolak-balik koran saat menunggu keributan mereda dan para pemrotes dikawal keluar.

Setelah mereka dibawa keluar, Khan mengarahkan tusukan lain ke Presiden Trump.

"Senang berada di sini meskipun kita terganggu oleh tindakan dari apa yang beberapa orang sebut sebagai penjahat yang sangat stabil," katanya, mengacu pada tweet Trump minggu lalu di mana ia menyebut dirinya sebagai "jenius yang sangat stabil."

Trump di masa lalu pernah mengkritik Khan saat teror Jembatan London Juni lalu, di mana delapan orang terbunuh.

"Sedikitnya 7 orang tewas dan 48 terluka dalam serangan teror dan Walikota London mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk khawatir!" presiden tweeted.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak