alexametrics

Rusia Sebar Lebih Banyak Sistem Rudal S-400 ke Crimea

loading...
Rusia Sebar Lebih Banyak Sistem Rudal S-400 ke Crimea
Sistem pertahanan rudal S-400 Triumph Rusia. Foto/REUTERS
A+ A-
MOSKOW - Militer Rusia pada hari Sabtu menyerbakan tambahan unit Resimen Rudal Anti-Pesawat yang dilengkapi sistem rudal S-400 Triumph ke Crimea. Dengan demikian, jumlah sistem pertahanan udara canggih yang dikerahkan di wilayah itu bertambah lebih banyak dari sebelumnya.

Resimen Rudal Anti-Pesawat ke-12, yang ditempatkan di garis pantai Laut Hitam di selatan Kota Sevastopol, mulai beroperasi penuh pada hari Sabtu.

”Sampai hari ini, pertahanan udara Crimea dilengkapi dengan sistem rudal S-400 surface-to-air yang paling modern, yang tidak ada bandingannya di dunia,” kata komandan Angkatan Udara Keempat Rusia Letnan Jenderal Viktor Sevostyanov saat upacara penyebaran S-400.

Tahun lalu, Resimen Rudal Anti-Pesawat ke-18 menjadi unit pertama di Crimea yang menerima sistem S-400 termutakhir. Sedangkan Resimen Rudal Anti-Pesawat ke-12 menerima sistem serupa beberapa waktu lalu dan kru-nya telah berlatih mengoperasikannya.

Selain S-400, dua resimen itu sejatinya juga dilengkapi dengan sistem pertahanan rudal S-300 yang berumur lebih tua namun masih bisa diandalkan.

”Sistem rudal anti-pesawat S-400 Triumph dapat melibatkan hampir semua target yang ada, termasuk yang sedang dikembangkan, yang hipersonik. Sistem ini juga andal melindungi dari target balistik. Sebagian besar wilayah Krasnodar juga akan terlindung,” ujar Sevostyanov, seperti dikutip Russia Today, Minggu (14/1/2018).

Sistem pertahanan udara andalan Moskow itu dirancang untuk menargetkan objek aerodinamis pada kisaran hingga 400km dan rudal balistik dengan jarak hingga 60km. Sistem dilengkapi empat jenis rudal pencegat sesuai dengan target yang berbeda. Unit S-400 dapat menjangkau hingga 36 target sekaligus.

Crimea sebelumnya adalah wilayah Ukraina. Namun, pada 2014 rakyat Crimea melakukan referendum pemisahan diri dan memilih bergabung dengan Rusia.

Ukraina dan negara-negara Barat tidak mengakui referendum tersebut. Namun, Moskow menyatakan penggabungan diri Crimea ke Rusia sah.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak