alexametrics

Qatar Tuduh Jet Tempur UEA Langgar Wilayah Udaranya

loading...
Qatar Tuduh Jet Tempur UEA Langgar Wilayah Udaranya
Sebuah pesawat jet tempur militer Uni Emirat Arab (UEA). Qatar tuding jet tempur UEA langgar wilayah udaranya pada Desember lalu. Foto/REUTERS/File Photo
A+ A-
DUBAI - Pemerintah Qatar menuduh sebuah pesawat jet tempur Uni Emirat Arab (UEA) melanggar wilayah udaranya. Doha pun mengajukan keluhan kepada PBB atas tindakan negara tetangganya itu.

Kantor berita negara Qatar, QNA, melaporkan pelanggaran wilayah udara oleh pesawat militer UEA terjadi bulan Desember lalu.

UEA adalah satu dari empat negara Arab termasuk Arab Saudi, Bahrain dan Mesir yang telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar atas tuduhan bahwa Doha mendukung terorisme. Empat negara tersebut juga memberlakukan sanksi perjalanan dan perdagangan terhadap Qatar.

Qatar membantah tuduhan telah mendukung terorisme. Turki dan Iran membela negara kecil yang kaya di kawasan Teluk tersebut.

Melalui diplomatnya di PBB, Qatar mengajukan keluhan itu kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden Dewan Keamanan PBB. Menurut Qatar, pelanggaran oleh jet tempur UEA terjadi pada 21 Desember 2017 pukul 09.45 pagi waktu setempat dalam ketinggian 33.000 kaki dan berlangsung selama satu menit.

”Dia Alia (Ahmed bin Saif Al Thani) mengonfirmasi bahwa pesawat UEA memasuki wilayah udara Negara Qatar tanpa sepengetahuan atau persetujuan dari pihak berwenang Qatar yang kompeten,” tulis QNA mengutip Duta Besar Qatar untuk PBB tersebut, Jumat (12/1/2018).

”Dia menganggap bahwa insiden tersebut merupakan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Negara Qatar, serta pelanggaran mencolok terhadap ketentuan hukum internasional, konvensi, piagam dan norma-norma internasional,” lanjut QNA.

Sejauh ini, pemerintah UEA belum berkomentar atas tuduhan negara tetangganya tersebut.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak