alexametrics

India Batal Borong 8.000 Rudal Israel Senilai Rp6,7 Triliun

loading...
India Batal Borong 8.000 Rudal Israel Senilai Rp6,7 Triliun
Sistem rudal anti-tank Spike buatan kontraktor pertahanan Rafael, Israel. Foto/REUTERS
A+ A-
TEL AVIV - Pemerintah India tiba-tiba membatalkan kesepakatan pembelian 8.000 rudal Spike Israel senilai USD500 juta atau sekitar Rp6,7 triliun. Pembatalan ini terjadi kurang dari dua minggu sebelum Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu dijadwalkan berkunjung ke New Delhi.

Rudal Spike merupakan senjata anti-tank buatan kontraktor pertahanan Rafael.

”Rafael telah menerima pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan India atas pembatalan kesepakatan rudal Spike,” kata perusahaan pertahanan Israel tersebut dalam sebuah pernyataan.



Dokumen kesepakatan tersebut telah dibatalkan sebelum penandatanganan kontrak. Pihak Rafael mengklaim perusahaannya sudah memenuhi syarat yang diperlukan.

“Rafael menyesalkan keputusan tersebut namun berkomitmen untuk terus mengejar tujuan penting ini, seperti yang telah dilakukan dengan sukses besar selama lebih dari dua dekade, dengan berbagai sistem inovatif dan canggih dan dengan komitmen kepada Kementerian Pertahanan India,” lanjut pernyataan perusahaan tersebut seperti dikutip dari Jerusalem Post, Rabu (3/1/2018).

Menurut perusahaan, Spike terpilih sebagai pemenang tender setelah proses yang panjang dan sesuai dengan semua peraturan tentang pengadaan sistem pertahanan oleh India.

Rafael sejatinya telah dijadwalkan untuk memasok sekitar 8.000 rudal Spike dan lebih dari 300 peluncur kepada India, yang hampir bersamaan dengan kunjungan tiga hari PM Netanyahu ke New Delhi mulai 14 Januari 2018 mendatang.

Namun, Rafael baru mendapat pemberitahuan resmi dari Kementerian Pertahanan India pada hari Selasa. Meski demikian, rumor pembatalan kesepakatan tersebut telah beredar pada November lalu.

Surat kabar Indian Express mengutip sumber Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa keputusan untuk membatalkan kesepakatan tersebut didasarkan pada fakta bahwa mengimpor rudal Spike akan berdampak buruk pada program pengembangan sistem persenjataan oleh DRDO (Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India).

India juga menolak tawaran penjualan rudal anti-tank Javelin dari Raytheon-Lockheed Martin yang berbasis di Amerika Serikat (AS).

Sekadar diketahui, Israel telah memasok India dengan berbagai sistem senjata, rudal dan kendaraan udara tak berawak selama beberapa tahun. Sampai saat ini, sebagian besar transaksi telah dirahasiakan. Namun, kondisi hubungan tersebut mulai bergeser.

Rafael memiliki empat rudal di keluarga Spike, yakni Spike NLOS, Spike ER, Spike MR/LR dan Spike SR. Lebih dari 27.000 rudal Spike telah dipasok ke 26 negara, termasuk Filipina, Lithuania, Australia dan India.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak