alexametrics

Korsel Sebut Korut Siap Lanjutkan Perundingan dengan AS

loading...
Korsel Sebut Korut Siap Lanjutkan Perundingan dengan AS
Korsel memprediksi Korut akan siap melakukan perundingan dengan AS tahun depan. Foto/Istimewa
A+ A-
SEOUL - Korea Selatan (Korsel) memperkirakan Korea Utara (Korut) akan membuka perundingan dengan Amerika Serikat mengenai program persenjataannya pada tahun depan dan setidaknya akan melakukan beberapa pendekatan dengan Seoul. Hal itu dituangkan dalam pandangan optimis Korsel dalam pandangan pemerintah di tahun 2018.

"Korea Utara akan melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat, sambil terus berupaya untuk diakui sebagai negara pemilik nuklir secara de facto," kata Kementerian Unifikasi Korsel dalam sebuah laporan, tanpa memberikan alasan apapun atas kesimpulannya.

Dalam pandangannya di tahun 2018, Kementerian Unifikasi Korsel mengatakan bahwa Korut pada akhirnya akan menemukan cara untuk mengurangi dampak sanksi PBB, yang berusaha membatasi aksesnya terhadap produk minyak bumi dan minyak mentah serta pendapatannya dari pekerja di luar negeri.



Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat memberlakukan sanksi baru yang lebih keras terhadap Korut pada hari Jumat lalu untuk uji coba rudal balistik antar benua baru-baru ini. Sanksi ini dianggap sebuah langkah deklarai perang dan blokade ekonomi oleh Korut.

Baca juga:
Dewan Keamanan PBB Jatuhkan Sanksi Baru Terhadap Korut
Korut Sebut Sanksi Baru DK PBB Deklarasi Perang


"Penanggulangan akan diatur untuk menangani dampaknya, termasuk pemotongan volume perdagangan dan arus masuk valuta asing, kurangnya persediaan, dan pengurangan produksi di setiap bagian ekonomi," kata laporan tersebut seperti dikutip dari Reuters, Selasa (26/12/2017).

Putaran terakhir sanksi tersebut dipicu oleh uji coba 29 November yang diklaim Korea Utara sebagai rudal balistik antar benua yang menempatkan daratan Amerika Serikat (AS) dalam jangkauan senjata nuklirnya.

Korut secara teratur mengancam untuk menghancurkan Korsel, AS dan Jepang, serta mengatakan bahwa senjatanya diperlukan untuk melawan agresi AS.

AS telah menempatkan 28.500 tentara di Korsel, sebuah warisan dari Perang Korea pada 1950-53, dan secara teratur melakukan latihan militer dengan sekutunya itu.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak