Investigasi Media Israel: Pejuang Hamas Tidak Memenggal Bayi-bayi Zionis

Selasa, 05 Desember 2023 - 08:06 WIB
loading...
Investigasi Media Israel:...
Investigasi surat kabar Israel; Haaretz, menyimpulkan para pejuang Hamas tidak memenanggal bayi-bayi Zionis selama serangan 7 Oktober. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Investigasi surat kabar Israel; Haaretz, menyimpulkan bahwa para pejuang Hamas tidak memenggal kepala bayi-bayi Zionis Israel selama serangan 7 Oktober.

Tuduhan bahwa para pejuang sayap militer Hamas Brigade Izz ad-Din al-Qassam telah memenggal bayi-bayi Israel selama serangan mereka telah menempati sebagian besar narasi pro-Israel di media dunia, khususnya di Barat.

Tanpa memberikan bukti apa pun terhadap klaim mengerikan tersebut, kalimat tentang bayi yang dipenggal itu diulangi oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Amerika Serikat Joe Biden, dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken, serta pejabat tinggi lainnya.

Baca Juga: Hamas Sangkal Memerkosa saat Serangan 7 Oktober: Itu Kampanye Israel Jelek-jelekkan Perlawanan Palestina

Para warga Palestina dengan cepat menentang tuduhan tersebut, meski suara mereka ditenggelamkan oleh jeritan kengerian dan kecaman yang datang dari seluruh dunia.

Sama seperti bukti bahwa helikopter militer Israel-lah yang sebenarnya membunuh banyak peserta Festival Musik Nova di dekat Re'im pada tanggal 7 Oktober, surat kabar Haaretz kini membuktikan bahwa narasi bayi-bayi yang dipenggal pejuang Hamas itu tidak benar, tidak berdasar, dan dipalsukan.

“Teroris yang menyusup ke Israel melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan membunuh banyak orang secara brutal. Bersamaan dengan deskripsi yang kasar, kesaksian palsu juga terdengar, yang antara lain disebarluaskan oleh sukarelawan Zaka, perwira IDF [Pasukan Pertahanan Israel), presiden Salvation Union dan Sara Netanyahu,” tulis Haaretz dalam laporannya.

Surat kabar tersebut mengatakan bahwa investigasi mereka didasarkan pada laporan yang disebarkan oleh lembaga-lembaga pemerintah Israel dan pejabat senior.

Laporan-laporan itu, bersama dengan laporan-laporan lainnya, mengenai pemerkosaan massal, menyebar dengan cepat ke seluruh media Israel dan Barat.

Tidak ada satupun yang benar-benar terjadi, seperti yang ditunjukkan oleh investigasi baru Haaretz.

“Seperti yang telah kami katakan sejak awal, dan berulang kali sejak saat itu, kebohongan pejabat Israel yang keterlaluan memang ada gunanya, dan tidak dapat dianggap sebagai propaganda khas Israel,” kata Ramzy Baroud, jurnalis Palestina dan editor Palestine Chronicle.

“Mengingat sifat mengerikan dari kebohongan ini, kami memperkirakan bahwa perang Israel di Gaza akan lebih dahsyat dari sebelumnya. Kebohongan Netanyahu dimaksudkan untuk menciptakan kedok moral atas pembantaian yang belum dilakukan terhadap warga sipil Palestina yang tidak bersalah,” imbuh dia.

“Faktanya, ternyata memang demikian. Bahkan ketika kebohongan ini terbukti salah, banyak yang masih menggunakannya sebagai bahan untuk genosida di Gaza sementara yang lain masih memperdebatkan ‘keasliannya’. Semua ini menyita waktu dan ruang dalam wacana yang seharusnya terfokus sepenuhnya pada pembantaian Israel yang kejam di Gaza.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Menang atas Ekuador...
Menang atas Ekuador di Piala Dunia, Suporter Meksiko Ricuh Tewaskan 4 Orang
Rekomendasi
Koops TNI Habema Evakuasi...
Koops TNI Habema Evakuasi Jenazah Pilot PT AMA Air Korban Penembakan di Yahukimo
Spanyol Gunduli Austria,...
Spanyol Gunduli Austria, Mikel Oyarzabal Cetak Brace
Gelombang PHK Ancam...
Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
Berita Terkini
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Infografis
Mantan Panglima Militer...
Mantan Panglima Militer Israel Sebut Netanyahu Musuh Zionis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved