alexametrics

AS-Israel Kalah Telak soal Yerusalem di PBB, Begini Reaksi Dunia

loading...
AS-Israel Kalah Telak soal Yerusalem di PBB, Begini Reaksi Dunia
Presiden Amerika Serikat Donald John Trump (kanan) bersama Menteri Luar Negeri Rex Tillerson. Foto/REUTERS/Jonathan Ernst
A+ A-
JAKARTA - Hasil voting di Majelis Umum PBB terkait resolusi status Yerusalem menunjukkan Amerika Serikat (AS) dan Israel kalah telak. Sebanyak 128 negara mendukung resolusi pembatalan pengakuan Presiden AS Donald Trump atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

 



Sedangkan negara penolak resolusi atau pro-AS dan Israel hanya sembilan negara termasuk kedua negara tersebut. Sebanyak 35 negara lainnya abstain dan 21 negara sisanya absen dalam voting di New York yang berlangsung semalam (21/12/2017) WIB.

 

Menjalng voting, Trump mengancam akan memotong bantuan keuangan kepada negara-negara yang mendukung resolusi. Setelah kalah telak, Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley, menuliskan tweet yang menggemakan ancaman Trump. ”Amerika Serikat akan mengambil nama,” tulis Haley mengacu pada nama-nama negara yang melawan AS dalam voting.

 

Pemungutan suara di Majelis Umum PBB semalam juga menjadi sejarah karena banyak sekutu AS di Eropa, Asia dan Arab memilih melawan Washington. Beberapa sekutu tersebut antara lain Mesir, Yordania, Arab Saudi dan Irak yang menjadi penerima utama bantuan militer dan ekonomi AS.

 

Di antara negara-negara yang abstain adalah Argentina, Australia, Kanada, Kolombia, Republik Czech, Hungaria, Meksiko, Filipina, Polandia, Rwanda, Sudan Selatan dan Uganda.

 

Sejumlah negara bersuara atas hasil pemungutan suara tersebut.

 

Turki

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan uang AS tak bisa membeli suara Turki. ”Trump, Anda tidak bisa membeli kehendak demokratis Turki dengan dolar Anda. Dolar akan kembali, tapi kehendak Anda tidak akan pernah terjual,” kata Erdogan.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak