alexametrics

Jepang Minta Rp87 Miliar untuk Sebar Sistem Anti-Rudal Aegis AS

loading...
Jepang Minta Rp87 Miliar untuk Sebar Sistem Anti-Rudal Aegis AS
Target rudal balistik jarak menengah diluncurkan dari Pacific Missile Range Facility di Kauai, Hawaii, dalam uji coba sistem anti-rudal AS, 29 Agustus 2017. Foto/Badan Pertahanan Rudal (MDA)
A+ A-
TOKYO - Kementerian Pertahanan Jepang minta tambahan dana 730 juta yen (Rp87miliar) untuk menyebarkan sistem anti-rudal Aegis Ashore buatan Amerika Serikat (AS).

Dana tambahan sebesar itu dibutuhkan untuk mencari lokasi penyebaran yang potensial untuk peluncur Aegis Ashore berbasis darat. Sistem anti-rudal canggih itu hendak disebar di wilayah Jepang setelah ancaman rudal dan senjata nuklir Korea Utara (Korut) terus meningkat.

Menurut kementerian tersebut, dana tambahan itu dibutuhkan dari anggaran fiskal tahun berikutnya. Dua lokasi yang diincar adalah Prefektur Akita dan Yamaguchi.

Sumber pemerintah seperti dikutip dari Japan Times, Senin (11/12/2017), mengatakan bahwa kabinet Jepang berencana untuk menyetujui pembelian sistem Aegis Ashore pada 19 Desember mendatang.



”Ada kebutuhan untuk memperkuat kemampuan kita guna secara teratur dan berkelanjutan membela semua wilayah negara sesegera mungkin pada saat Korea Utara membangun kemampuan rudal balistiknya,” kata Menteri Pertahanan Itsunori Onodera di Sendai pada hari Minggu, setelah dia mengumumkan permintaan dana tambahan tersebut.

Tokyo juga akan mengalokasikan 2,1 miliar yen dari anggaran tambahan untuk tahun buku berjalan, yang berakhir pada 31 Maret 2018, untuk mempercepat penggelaran perangkat keras buatan AS.

Kementerian Pertahanan Jepang meminta anggaran terbesar yang pernah ada dalam sejarah, pada bulan Agustus lalu dalam menghadapi ancaman yang meningkat yang berasal dari Korea Utara. Selain itu, ancaman juga muncul di tengah aktivitas Angkatan Laut China di Laut Cina Timur.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak