alexa snippet

Korsel Mulai Danai 'Unit Pemenggal' Kim Jong-un

Korsel Mulai Danai Unit Pemenggal Kim Jong-un
Para pasukan militer Korea Selatan saat menjalani pelatihan. Foto/REUTERS/Kim Hong-ji
A+ A-
SEOUL - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) untuk pertama kalinya mengalokasikan anggaran 340 juta won (Rp4,2 miliar) untuk “decapitation unit” (unit pemenggal) yang baru dibentuk militer dengan target pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. Unit berisi pasukan elite ini akan bekerja jika terjadi perang dengan Pyongyang.

Selain menargetkan para pimpinan Korut, unit khusus militer Seoul ini bertugas menyabotase fasilitas militer penting musuh, termasuk senjata nuklir.

Kementerian Pertahanan Korsel mengumumkan tahap pertama alokasi anggaran tersebut pada pada hari Rabu lalu, namun baru diungkap media setempat. Jumlah alokasi anggaran ini hanyalah sebagian kecil dari total hampir 43,7 trilun won yang diberikan kepada kementerian tersebut untuk tahun 2018.

”Uang itu akan digunakan untuk membeli peralatan bagi pasukan khusus. Peralatan tersebut mencakup pesawat tak berawak, pesawat pengintai, dan senapan mesin granat,” kata seorang pejabat Kementerian Pertahanan kepada Korea Herald tanpa menyebutkan nama.

Baca: Militer Korsel Luncurkan Unit Khusus Pemenggal Kim Jong-un

Pejabat lain yang dikutip oleh Yonhap mengatakan bahwa anggaran tersebut akan digunakan untuk membeli senjata.”Senapan guna operasi khusus dan pesawat tak berawak,” ujar pejabat yang juga berbicara dengan syarat anonim, yang dilansir Jumat (8/12/2017).

“Unit pemenggal” militer Korsel dibentuk atas rekemondasai Komando Khusus Perang pada tanggal 1 Desember. Tim tersebut terdiri dari sekitar 1.000 tenaga profesional terlatih dan dimodelkan mirip berbagai pasukan khusus dunia seperti Rangers, Delta Force, SEAL Team Six dan Green Barets.

Meskipun julukannya agak menyesatkan, unit pemenggal kepala musuh ini tidak mesti ditugaskan untuk membunuh Kim Jong-un seorang. Menurut sumber yang dikutip Korea Times yang berbicara setelah peluncurannya, misi pasukan elite tersebut adalah untuk menetralisir tokoh-tokoh penting pemerintah atau pun melakukan serangan terhadap fasilitas nuklir dan rudal yang sangat dipertahankan rezim Pyongyang.

Peluncuran unit khusus militer Korsel ini terjadi beberapa hari setelah rezim Kim Jong-un menguji tembak rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-15 pada 29 November.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top