alexa snippet

Pengakuan Trump Atas Yerusalem Picu Bentrokan Israel-Palestina

Pengakuan Trump Atas Yerusalem Picu Bentrokan Israel-Palestina
Warga Palestina terlibat bentrok dengan polisi Israel pasca Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota negara Zionis itu. Foto/Reuters
A+ A-
YERUSALEM - Aksi demonstrasi menentang pengakuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel berujung bentrok. Sedikitnya 17 warga Palestina telah terluka dalam bentrokan di Jalur Gaza dan di Tepi Barat yang diduduki. Satu orang dalam kondisi kritis.

Seperti dikutip dari BBC, Kamis (7/12/2017), Israel mengerahkan ratusan tentara tambahan di Tepi Barat saat warga Palestina melakukan mogok dan turun ke jalan.

Pengunjuk rasa membakar ban mobil serta melemparkan batu, dan pasukan Israel membalasnya dengan menembakkan gas air mata, peluru karet serta peluru tajam.

Sementara itu di Gaza, warga Palestina melemparkan batu kepada tentara Israel yang ada di pagar perbatasan. Aksi ditanggapi tentara Israel dengan tembakan langsung.

Banyak sekutu terdekat Washington mengatakan mereka tidak setuju dengan pengakuan tersebut. Dewan Keamanan PBB dan Liga Arab akan bertemu dalam beberapa hari mendatang untuk menentukan tanggapan mereka.

Ada kekhawatiran pengumuman tersebut bisa mengarah pada pecahnya aksi kekerasan. Kelompok Islam Palestina Hamas telah menyerukan aksi intifadah baru atau pemberontakan.

"Kami telah memberikan instruksi kepada semua anggota Hamas dan semua sayapnya siap sepenuhnya untuk mendapatkan instruksi atau perintah baru yang mungkin diberikan untuk menghadapi bahaya strategis ini," kata Ismail Haniya dalam sebuah pidato di Gaza.

Sementara itu, gerakan Fatah pimpinan Presiden Palestina Mahmoud Abbas berusaha untuk melakukan demonstrasi melalui cara diplomatik, dengan mengajukan keluhan ke Dewan Keamanan PBB dan mendorong sikap tegas Liga Arab.

"Kami akan menyatakan bahwa Amerika Serikat didiskualifikasi sebagai co-sponsor atas proses perdamaian atau proses politik," kata juru bicara Dr Nasser Al-Kidwa.

"Dalam pikiran kita, AS telah kehilangan kemampuannya untuk melakukan atau melakukan usaha apapun dalam hal ini," jelasnya.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top