Fatah Ternyata juga Memiliki Sayap Militer, Ini Profilnya
Senin, 27 November 2023 - 16:18 WIB
loading...
A
A
A
Mengutip Al Jazeera, Senin (27/11/2023), para serdadu al-Asifah dulunya memiliki basis di Tepi Barat dan Gaza. Selain itu, ada juga sebagian kecil yang mendiami negara-negara Arab lain.
Pada perjuangannya, al-Asifah aktif bertempur melawan pendudukan Israel sejak 1965. Waktu itu, sebagian besar operasi bersenjatanya dilakukan dari Yordania hingga Lebanon.
Namun, gerakan sayap militer Fatah ini tidak berlangsung cukup lama. Sebagian negara pendukungnya menganggap aktivitas gerilya al-Asifah sebagai tindakan ‘sembrono’ yang justru dikhawatirkan bisa menyulut pertempuran lebih besar dengan Israel.
Baca juga: Brutal! Israel Jatuhkan 40.000 Ton Bom di Jalur Gaza Sejak 7 Oktober
Sedikit dijelaskan di atas, arah gerakan Fatah mulai berubah seiring waktu. Setelah kehilangan pengaruh dari negara-negara tetangga seperti Yordania dan Lebanon, organisasi ini mengalami sejumlah perubahan.
Fatah yang menjadi partai dominan di Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mulai mengubah gerakan perlawanannya melawan Israel. Setelah sebelumnya gencar melakukan pertempuran bersenjata, mereka mulai mengubah arusnya menuju titik diplomasi.
Pada perjuangannya, al-Asifah aktif bertempur melawan pendudukan Israel sejak 1965. Waktu itu, sebagian besar operasi bersenjatanya dilakukan dari Yordania hingga Lebanon.
Namun, gerakan sayap militer Fatah ini tidak berlangsung cukup lama. Sebagian negara pendukungnya menganggap aktivitas gerilya al-Asifah sebagai tindakan ‘sembrono’ yang justru dikhawatirkan bisa menyulut pertempuran lebih besar dengan Israel.
Baca juga: Brutal! Israel Jatuhkan 40.000 Ton Bom di Jalur Gaza Sejak 7 Oktober
Sedikit dijelaskan di atas, arah gerakan Fatah mulai berubah seiring waktu. Setelah kehilangan pengaruh dari negara-negara tetangga seperti Yordania dan Lebanon, organisasi ini mengalami sejumlah perubahan.
Fatah yang menjadi partai dominan di Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mulai mengubah gerakan perlawanannya melawan Israel. Setelah sebelumnya gencar melakukan pertempuran bersenjata, mereka mulai mengubah arusnya menuju titik diplomasi.
Lihat Juga :