Mantan pemimpin Hamas: Tidak Ada Pemerintahan Asing di Gaza
Sabtu, 25 November 2023 - 01:17 WIB
loading...
A
A
A
Pemimpin Hamas meminta rakyat Maroko untuk “memperbaiki kesalahan mereka” dan menuntut pengusiran duta besar Israel dan memutuskan semua hubungan dengan negara tersebut.
“Saya menyerukan kepada saudara-saudara saya di Maroko… untuk beralih ke kepemimpinan negara, demi kepentingan dan keamanan Maroko, dengan tuntutan untuk memutuskan hubungan, menghentikan normalisasi, dan mengusir duta besar. Menuntut untuk melupakan masalah ini, yang tidak sesuai dengan karakter negara terhormat seperti Maroko,” kata Mashal.
“Langkah seperti itu akan meyakinkan Barat dan AS untuk merevisi posisi mereka,” tambahnya.
Meskipun sebagian warga Maroko mendukung pernyataan tersebut, seruan Mashal untuk menekan perdana menteri Maroko secara luas dipandang sebagai hasutan perselisihan sipil dan penghinaan terhadap raja.
Situs berita Maroko berbahasa Prancis Le360 memberi judul artikel: “Khaled Mashal… pertandingan yang ingin digunakan Hamas untuk memicu perang saudara di Maroko.”
Politisi Maroko Naufal Boamri menyebut komentar Mashal sebagai “Pernyataan yang menghasut dan beracun, yang merupakan pengabaian terhadap fakta bahwa Maroko memiliki keputusan diplomatiknya sendiri.”
“Saya menyerukan kepada saudara-saudara saya di Maroko… untuk beralih ke kepemimpinan negara, demi kepentingan dan keamanan Maroko, dengan tuntutan untuk memutuskan hubungan, menghentikan normalisasi, dan mengusir duta besar. Menuntut untuk melupakan masalah ini, yang tidak sesuai dengan karakter negara terhormat seperti Maroko,” kata Mashal.
“Langkah seperti itu akan meyakinkan Barat dan AS untuk merevisi posisi mereka,” tambahnya.
Meskipun sebagian warga Maroko mendukung pernyataan tersebut, seruan Mashal untuk menekan perdana menteri Maroko secara luas dipandang sebagai hasutan perselisihan sipil dan penghinaan terhadap raja.
Situs berita Maroko berbahasa Prancis Le360 memberi judul artikel: “Khaled Mashal… pertandingan yang ingin digunakan Hamas untuk memicu perang saudara di Maroko.”
Politisi Maroko Naufal Boamri menyebut komentar Mashal sebagai “Pernyataan yang menghasut dan beracun, yang merupakan pengabaian terhadap fakta bahwa Maroko memiliki keputusan diplomatiknya sendiri.”
Lihat Juga :