alexa snippet

Turki Beli S-400 Rusia Ciptakan Masalah untuk Operasional Jet F-35 AS

Turki Beli S-400 Rusia Ciptakan Masalah untuk Operasional Jet F-35 AS
Sistem pertahanan rudal S-400 Triumph Rusia. Foto/Sputnik/Sergey Malgavko
A+ A-
WASHINGTON - Langkah Turki yang membeli sistem rudal anti-pesawat S-400 Rusia menarik perhatian yang siginifikan bagi militer Amerika Serikat (AS) karena akan menciptakan masalah. Sistem pertahanan canggih Moskow itu akan membuat keamanan operasional pesawat jet tempur F-35 AS oleh Ankara menjadi rentan.

Sebagai sekutu NATO, Turki telah berencana untuk membeli sekitar 100 jet tempur F-35. Namun, Menteri Pertahanan Turki Nurettin Canikli telah menegaskan bahwa Ankara telah menyelesaikan tahap pembelian S-400. "Sudah selesai, rudal S-400 telah dibeli. Sisanya hanya rincian, sekarang,” katanya, seperti dikutip Reuters.

Heidi Grant, pejabat Angkatan Udara AS untuk urusan intenasional mengatakan, langkah Ankara itu menjadi perhatian utama Washington karena terjadi saat Turki menunggu pengiriman tahap pertama F-35 pada tahun 2018.

Mengutip laporan Defense News, Sabtu (18/11/2017), para analis pertahanan juga telah menyatakan kekhawatirannya tentang kerentanan dan keamanan jet tempur F-35 jika dioperasikan Turki karena negara itu juga membeli S-400. Alasannya, sistem pertahanan buatan Rusia itu dapat mengumpulkan data dan mengungkapkan kerentanan jet tempur F-35.

Grant setuju dengan analisis tersebut saat diwawancarai wartawan di Dubai Air Show. ”Ini adalah perhatian yang signifikan, tidak hanya untuk Amerika Serikat, karena kita perlu melindungi teknologi high-end ini—teknologi generasi kelima—tapi untuk semua mitra dan sekutu kami yang telah membeli F-35,” katanya.

Menurut Grant, ada juga konsekuensi lebih lanjut untuk Turki, sebagai anggota NATO, jika terus berlanjut dengan akuisisi sistem S-400.

”Sebagai sekutu utama NATO, kami belum benar-benar melihat ke dalamnya. Kami harus mulai melihat, jika mereka akan melalui ini, bagaimana kami bisa beroperasi di masa depan. Tapi sekarang, saya dapat memberitahu Anda bahwa kebijakan kami tidak memungkinkan bagi kami untuk mengoperasikannya dengan sistem itu,” papar Grant mengacu pada operasional bersamaan antara jet tempur F-35 dengan sistem anti-rudal S-400.

Komentar tersebut selaras dengan ucapan yang disampaikan oleh Jenderal Petr Pavel, Ketua Komite militer NATO, pada bulan Oktober. Pada saat itu, dia mengatakan bahwa Turki bebas membuat keputusan sendiri sebagai negara berdaulat, namun akan menghadapi konsekuensi jika membeli sistem S-400 Rusia.

Pada bulan Juli, Menteri Pertahanan AS James Mattis juga mengatakan bahwa sistem anti-pesawat S-400 tidak akan dapat dioperasikan dengan sistem NATO.

Namun, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam para kritikus tersebut, dengan mengatakan bahwa Turki tidak ingin menunggu perlindungan dari sekutu NATO-nya. ”Apa yang Anda harapkan? Haruskah kami menunggu Anda?,” katanya.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top