Israel Setujui Kesepakatan Sandera dengan Hamas, Ini Isinya
Rabu, 22 November 2023 - 18:30 WIB
loading...
Keluarga dan teman dari sekitar 240 sandera yang disandera Hamas di Gaza menyerukan PM Israel Benjamin Netanyahu membawa mereka pulang pada demonstrasi di Tel Aviv, Israel, 21 November 2023. Foto/AP/Ariel Schalit
A
A
A
TEL AVIV - Pemerintah Israel memilih menerima kesepakatan gencatan senjata sementara di Gaza, di mana beberapa sandera yang ditahan pejuang Hamas akan ditukar dengan tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.
Media lokal melaporkan hal itu pada Rabu pagi (22/11/2023). “Keputusan kabinet Israel didukung semua cabang dinas keamanan Israel, IDF, Shin Bet, dan Mossad,” ungkap seorang pejabat senior Israel kepada Haaretz.
Pejuang Palestina diperkirakan akan membebaskan sekitar 50 wanita dan anak-anak Israel setelah jeda pertempuran dimulai, menurut laporan Reuters.
Para sandera pertama mungkin akan dibebaskan secepatnya pada Kamis, kecuali Mahkamah Agung Israel menentang perjanjian tersebut dan menghalangi pembebasan tahanan Palestina.
Israel akan menerbitkan daftar tahanan Palestina yang akan dibebaskan, dan masyarakat memiliki waktu 24 jam untuk mengajukan keberatan mereka.
Daftar tersebut dilaporkan mencakup sekitar 150 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, tidak ada satupun yang dituduh membunuh warga Israel.
“Gencatan senjata sementara dapat diperpanjang jika Hamas membebaskan lebih banyak perempuan dan anak-anak, atau satu hari untuk setiap kelompok yang terdiri dari 10 sandera Israel lagi,” ungkap laporan Times of Israel.
Baca juga: Rute Pelayaran 1.000 Kapal dari Turki ke Gaza untuk Lawan Blokade Israel
Menjelang pemungutan suara, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada para menteri bahwa, “Menerima kesepakatan itu adalah keputusan yang sulit tetapi merupakan keputusan yang tepat.”
Dia bersumpah Israel akan melanjutkan perangnya dengan Hamas setelah gencatan senjata sementara.
“Kita sedang berperang, dan kita akan melanjutkan perang,” ujar Netanyahu. “Kita akan melanjutkannya sampai kita mencapai semua tujuan kita.”
Beberapa jam sebelum rapat kabinet, Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh mengonfirmasi kelompok tersebut “hampir mencapai kesepakatan gencatan senjata” dengan Israel.
Adapun Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan kepada wartawan bahwa semua pihak yang terlibat “sangat dekat, sangat dekat” dengan kesepakatan.
Pejuang Hamas membawa sekitar 240 sandera ke Gaza selama serangan mereka pada tanggal 7 Oktober di Israel, dan sejak itu hanya membebaskan empat dari tawanan tersebut.
Kesejahteraan para sandera telah menjadi kekhawatiran utama masyarakat Israel, yang khawatir para sandera akan tewas atau terluka selama operasi udara dan darat pasukan kolonial Israel yang sedang berlangsung di daerah kantong tersebut, atau dieksekusi sebagai respons terhadap serangan Israel.
Media lokal melaporkan hal itu pada Rabu pagi (22/11/2023). “Keputusan kabinet Israel didukung semua cabang dinas keamanan Israel, IDF, Shin Bet, dan Mossad,” ungkap seorang pejabat senior Israel kepada Haaretz.
Pejuang Palestina diperkirakan akan membebaskan sekitar 50 wanita dan anak-anak Israel setelah jeda pertempuran dimulai, menurut laporan Reuters.
Para sandera pertama mungkin akan dibebaskan secepatnya pada Kamis, kecuali Mahkamah Agung Israel menentang perjanjian tersebut dan menghalangi pembebasan tahanan Palestina.
Israel akan menerbitkan daftar tahanan Palestina yang akan dibebaskan, dan masyarakat memiliki waktu 24 jam untuk mengajukan keberatan mereka.
Daftar tersebut dilaporkan mencakup sekitar 150 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, tidak ada satupun yang dituduh membunuh warga Israel.
“Gencatan senjata sementara dapat diperpanjang jika Hamas membebaskan lebih banyak perempuan dan anak-anak, atau satu hari untuk setiap kelompok yang terdiri dari 10 sandera Israel lagi,” ungkap laporan Times of Israel.
Baca juga: Rute Pelayaran 1.000 Kapal dari Turki ke Gaza untuk Lawan Blokade Israel
Menjelang pemungutan suara, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada para menteri bahwa, “Menerima kesepakatan itu adalah keputusan yang sulit tetapi merupakan keputusan yang tepat.”
Dia bersumpah Israel akan melanjutkan perangnya dengan Hamas setelah gencatan senjata sementara.
“Kita sedang berperang, dan kita akan melanjutkan perang,” ujar Netanyahu. “Kita akan melanjutkannya sampai kita mencapai semua tujuan kita.”
Beberapa jam sebelum rapat kabinet, Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh mengonfirmasi kelompok tersebut “hampir mencapai kesepakatan gencatan senjata” dengan Israel.
Adapun Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan kepada wartawan bahwa semua pihak yang terlibat “sangat dekat, sangat dekat” dengan kesepakatan.
Pejuang Hamas membawa sekitar 240 sandera ke Gaza selama serangan mereka pada tanggal 7 Oktober di Israel, dan sejak itu hanya membebaskan empat dari tawanan tersebut.
Kesejahteraan para sandera telah menjadi kekhawatiran utama masyarakat Israel, yang khawatir para sandera akan tewas atau terluka selama operasi udara dan darat pasukan kolonial Israel yang sedang berlangsung di daerah kantong tersebut, atau dieksekusi sebagai respons terhadap serangan Israel.
(sya)
Lihat Juga :