alexa snippet

Rusia dan AS Temui Jalan Buntu Soal Penyelidikan Senjata Kimia Suriah

Rusia dan AS Temui Jalan Buntu Soal Penyelidikan Senjata Kimia Suriah
Foto/Ilustrasi/Sindonews/Ian
A+ A-
NEW YORK - Rusia mengatakan bahwa pihaknya berbicara dengan Amerika Serikat (AS) tentang memperbarui penyelidikan internasional mengenai serangan senjata kimia di Suriah. Namun Washington membantah bahwa Moskow telah menolak untuk melakukan resolusi rancangan AS.

Mandat untuk penyelidikan bersama oleh PBB dan Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) akan berakhir pada hari Jumat mendatang. Temuan penyelidikan menyatakan bahwa pemerintah Suriah terbukti bersalah telah menggunakan senjata kimia dalam serangan 4 April lalu.

Rusia memveto tawaran awal AS untuk memperbarui penyelidikan bersama pada 24 Oktober lalu. Rusia mengatakan bahwa pihaknya ingin menunggu perilisan laporan investigasi terakhir dua hari kemudian. Sejak itu diusulkan rancangan resolusi saingannya sendiri.

"Kami berbicara dengan AS, ini belum berakhir," ujar Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia seperti dilansir dari Reuters, Selasa (14/11/2017).

Sebuah resolusi membutuhkan sembilan suara yang mendukung dan tidak ada hak veto oleh Rusia, China, AS, Inggris dan Prancis untuk lolos. Dewan tersebut dengan suara bulat membuat penyelidikan, yang dikenal sebagai Mekanisme Investigasi Bersama (Joint Investigative Mechanism - JIM), pada tahun 2015 dan memperbaruinya pada tahun 2016.

"Penting agar JIM diperbaharui namun berdasarkan mandat yang diperbarui karena kesalahan sistemik yang kami lihat dengan laporan baru-baru ini harus diperbaiki dan itulah tujuan resolusi kami," kata Nebenzia.

Dia menambahkan bahwa jika mandat penyelidikan tidak diperpanjang. "Ini mungkin akan mengirimkan sinyal buruk, namun cara penyidikan telah dilakukan akan mengirimkan sinyal yang lebih buruk lagi," sambungnya.

JIM sebelumnya menemukan bahwa pasukan pemerintah Suriah bertanggung jawab atas tiga serangan gas klorin pada tahun 2014 dan 2015 dan militan ISIS menggunakan gas mustard.

Laporan penyelidikan tersebut menemukan bahwa pemerintah Suriah bertanggung jawab atas serangan 4 April tersebut. Pemerintah Suriah telah menggunakan gas sarin di kota yang dikuasai oposisi, Khan Sheikhoun, menewaskan puluhan orang. Namun pemerintah Suriah telah menolak menggunakan senjata kimia.

"Rusia menolak untuk ikut serta dala rancangan resolusi kami - yang mayoritas anggota dewan setuju adalah sebagai teks yang paling layak - terlepas dari beberapa upaya kami untuk mempertimbangkan masalah Rusia," ucap juru bicara misi AS untuk PBB.

"Draft teks yang diajukan Rusia tanpa ada negosiasi pun tidak membantu, tidak ada dukungan, dan tidak dapat dianggap serius," kata juru bicara misi AS.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top