alexa snippet

Negosiator Utama AS untuk Korut Menyambangi Korsel

Negosiator Utama AS untuk Korut Menyambangi Korsel
Negosiator utama AS untuk Korut, Joseph Yun, tiba di Korsel di tengah harapan redanya ketegangan di Semenanjung Korea. Foto/Istimewa
A+ A-
SEOUL - Negosiator utama Amerika Serikat (AS) untuk Korea Utara (Korut) tiba di Korea Selatan (Korsel), Selasa (14/11/2017). Kunjungan ini terjadi ditengah harapan menurunnya tensi di Semenanjung Korea pasca kunjungan Presiden Donald Trump dan jeda uji coba rudal Korut.

"Perwakilan Khusus untuk Kebijakan Korea Utara Joseph Yun akan bertemu dengan pejabat Korea Selatan dan internasional," menurut Departemen Luar Negeri AS, walaupun tidak ada indikasi bahwa kunjungannya akan mencakup pembicaraan dengan Korut seperti dilansir dari Reuters.

Kementrian Luar Negeri Seoul mengatakan Yun dijadwalkan melakukan pembicaraan dengan rekannya dari Korsel Lee Do-hoon pada hari Jumat di sela-sela sebuah konferensi internasional mengenai perlucutan senjata, yang diselenggarakan bersama dengan PBB di pulau resor Jeju.

Kim kelahiran Korsel telah menjadi jantung diplomasi langsung dalam beberapa bulan terakhir dengan rezim Kim Jong-un, yang mempercepat program pengujian rudal dan nuklirnya awal tahun ini.

"Dengan menggunakan apa yang disebut "saluran New York," dia telah berhubungan dengan diplomat Pyongyang dalam misi PBB," seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan kepada Reuters pada awal November.

Baca juga:
AS Diam-diam Lakukan Diplomasi Langsung dengan Korut


Bahkan saat Trump menyebut pembicaraan itu membuang-buang waktu, Yun diam-diam mencoba menurunkan suhu di tempat yang berbahaya di mana masing-masing pihak menunjukkan sedikit minat untuk berkompromi.

Dalam sebuah pidato di Dewan Hubungan Luar Negeri pada 30 Oktober, Yun dilaporkan mengatakan bahwa jika Korut menghentikan uji coba nuklir dan rudal selama sekitar 60 hari. Pernyataan ini seolah akan menjadi pertanda bahwa Washington perlu melakukan dialog ulang dengan Pyongyang.

Setelah beberapa bulan melakukan pengujian yang belum pernah terjadi sebelumnya di awal tahun ini, Korut belum menembakkan sebuah roket atau menguji senjata nuklir sejak meluncurkan rudal balistik di atas Jepang pada 15 September lalu.

Beberapa analis mengatakan terlalu dini untuk membaca banyak hal dalam pengujian, yang merupakan jeda paling lama sepanjang tahun ini, namun bisa disesuaikan dengan siklus musiman.

Dan tidak ada tanda-tanda bahwa komunikasi di balik layar telah memperbaiki hubungan yang dipanaskan oleh tes nuklir dan rudal Korut serta pernyataan pedas Trump.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top