UE ke Israel: Satu Kekerasan Tidak Bisa Membenarkan Kekerasan Lainnya

Jum'at, 17 November 2023 - 19:41 WIB
loading...
UE ke Israel: Satu Kekerasan...
Uni Eropa mengatakan kepada Israel aksi kekerasan tidak bisa membenarkan kekerasan lainnya. Foto/Ilustrasi
A A A
TEL AVIV - Kepala kebihakan luar negeri Uni Eropa (UE) Josep Borrell mendesak warga Israel untuk tidak terbakar amarah atas serangan mematikan Hamas pada 7 Oktober. UE beralasan bahwa tindakan kekerasan tidak bisa memicu terjadinya kekerasan lainnya.

Berbicara dalam kunjungan pertamanya ke Israel sejak perang antara Israel dan militan Palestina pecah bulan lalu, Borrell menyuarakan solidaritasnya terhadap negara Yahudi tersebut, namun meminta pasukan Israel untuk menahan diri dalam operasi mereka untuk memusnahkan Hamas di Gaza.

“Saya memahami kemarahan Anda, tapi izinkan saya meminta Anda untuk tidak termakan oleh kemarahan,” katanya.

Baca Juga: AS dan UE Pertimbangkan Kirim Pasukan PBB di Gaza

“Tidak jauh dari sini adalah Gaza. Satu kengerian tidak bisa membenarkan kengerian lainnya,” ia menambahkan seperti dikutip dari RT, Jumat (17/11/2023).

Setelah tiba di Israel pada hari Kamis, Borrell mengunjungi Kibbutz Be'eri, tempat penduduk setempat dibantai oleh Hamas selama serangan mendadak bulan lalu. Para pejabat Israel mengatakan kelompok militan itu membunuh 130 warga komunitas tersebut pada 7 Oktober.

“Saya tahu apa arti kibbutz bagi orang Israel,” lanjut pejabat UE tersebut, mengacu pada pengalamannya tinggal di kibbutz, yang merupakan sejenis komunitas pertanian, pada tahun 1960an.

Menteri Luar Negeri Israel Eli Cohen, yang melakukan perjalanan ke Be’eri bersama Borrell, mengulangi pendirian pemerintahannya bahwa Hamas pada akhirnya memikul semua tanggung jawab tidak hanya atas para korban Israel, tetapi juga atas warga Palestina yang terbunuh dalam serangan balasan Israel di Gaza.

Baca Juga: Pasukan Khusus Iran Akan Lakukan Apa Pun untuk Bantu Hamas Perang Melawan Israel

“Hanya ada satu yang bertanggung jawab atas kekejaman ini, atas pembantaian tanggal 7 Oktober, atas dunia yang dimulai setelahnya dan juga penderitaan rakyat di Gaza – yaitu Hamas, yang disponsori oleh Iran,” kata Cohen.

Lebih dari 11.500 warga Palestina telah kehilangan nyawa mereka dalam operasi udara dan darat Israel di Gaza, selain ribuan lainnya yang terluka, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Para pejabat Israel mengatakan sekitar 1.200 orang tewas dan lebih dari 200 orang disandera selama serangan Hamas, termasuk sejumlah warga negara asing.

Borrell juga berjanji untuk membahas penderitaan rakyat Palestina dalam pertemuan mendatang dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, sebagai bagian dari perjalanan empat hari ke negara-negara Timur Tengah yang akan berakhir Senin depan. Doha memelihara hubungan dekat dengan pimpinan politik Hamas, dan berupaya menjamin pembebasan sandera yang disandera oleh kelompok bersenjata tersebut.

Baca Juga: Viral Surat Osama bin Laden untuk AS, Sebut Perlawanan terhadap Penjajah Israel Itu Sah

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Tragis, Ibu Hamil 9...
Tragis, Ibu Hamil 9 Bulan dan 4 Anaknya Tewas akibat Kebakaran Apartemen
Rekomendasi
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup B Piala Dunia 2026: Swiss dan Kanada Tembus 32 Besar, Qatar Tersingkir
Berita Terkini
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved