alexa snippet

Kelompok Bersenjata Bunuh 13 Polisi Niger di Perbatasan Mali

Kelompok Bersenjata Bunuh 13 Polisi Niger di Perbatasan Mali
Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
NIAMEY - Sekelompok orang bersenjata di atas truk pick up dan sepeda motor datang dari Mali menyerang sebuah pangkalan polisi di Niger barat. Serangan tersebut menewaskan 13 polisi dan melukai lima lainnya.

Desa tersebut berjarak beberapa kilometer dari tempat militan membunuh empat tentara AS dalam sebuah penyergapan pada tanggal 4 Oktober lalu. Peristiwa ini menjadi sorotan terhadap misi kontra-terorisme AS di Niger, sebuah negara yang terbentang di hamparan Sahara.

Baca juga:
Disergap Militan, Pasukan AS dan Niger Tewas


Pejabat militer Niger mengkonfirmasi serangan tersebut. Penyerang menyeberang dari perbatasan Mali dan melaju ke desa Ayorou, sekitar 40km di dalam wilayah Niger, sebelum melancarkan serangan mereka.

"Mereka bersenjata berat. Mereka memiliki peluncur roket dan senapan mesin. Mereka datang dengan empat kendaraan masing-masing dengan sekitar tujuh pejuang," kata seorang sumber keamanan di lokasi kejadian seperti dikutip dari The Guardian, Minggu (22/10/2017).

Bala bantuan kemudian tiba dan menghentikan mereka saat mereka mencoba menyeberang melewati perbatasan, kata sumber keamanan lain di lokasi kejadian, yang memicu baku tembak. Mereka lolos ke Mali dan dikejar, tambahnya.

"Pasukan darat dan udara mengejar para penyerang dengan tujuan untuk menetralisirnya," sebuah pernyataan dari militer Niger mengatakan, mengkonfirmasikan jumlah korban tewas.

Dalam serangan awal, salah satu penyerang tewas dalam baku tembak namun yang lainnya berhasil melarikan diri dengan empat kendaraan tentara Nigeria, kata sumber keamanan pertama.

Sejak mengambil alih wilayah utara Mali pada tahun 2012, dan kemudian terpencar oleh serangan balik yang dipimpin Prancis tahun berikutnya, militan Islam telah membentuk diri mereka di lokasi-lokasi yang tidak memiliki hukum di padang gurun.

Mereka telah menggunakan area ini sebagai batu loncatan untuk gelombang serangan yang mengancam guna mengacaukan Afrika barat. Militan telah menimbulkan kerusakan pada pos-pos militer, membunuh petugas keamanan dan warga sipil, orang-orang barat diculik. Mereka juga kadang-kadang menyerang hotel dan resor ternama di seluruh wilayah, termasuk di Burkina Faso dan Pantai Gading.

Beberapa kelompok Islam dan milisi etnis bersenjata beroperasi di wilayah tersebut di sepanjang perbatasan Mali-Niger. Setidaknya ada 46 serangan di sana sejak awal tahun lalu.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top