alexametrics

Pasukan Kurdi Diperintahkan Habisi Warga Asing Anggota ISIS

loading...
Pasukan Kurdi Diperintahkan Habisi Warga Asing Anggota ISIS
Pasukan Kurdi yang tengah melakukan pembersihan di Raqqa diperintahkan untuk menghabisi warga asing yang menjadi anggota ISIS. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
PARIS - Sebuah perintah khusus diberikan kepada pasukan Kurdi yang melawan sisa-sisa kelompok ekstrimis ISIS di Raqqa. Perintah khusus itu ditujukan kepada warga asing yang bergabung dengan ISIS. Bunyinya: bunuh mereka di medan perang.

Tidak ada pemerintah yang secara terbuka menyatakan keprihatinannya tentang nasib warganya yang pergi dan bergabung dengan ISIS. Di Prancis, yang telah mengalami serangan teror berulang yang diklaim oleh ISIS termasuk serangan di Paris pada 13 November, Menteri Pertahanan Florence Parly adalah di antara sedikit orang yang mengatakannya dengan tegas.

"Jika jihadis binasa dalam pertempuran ini, saya akan mengatakan itu yang terbaik," kata Parly kepada radio Europe 1 minggu lalu seperti dikutip dari Foxnews, Minggu (22/10/2017).

Menurut Amerika Serikat (AS), itu adalah perintah.

"Misi kami adalah memastikan bahwa setiap pejuang asing yang berada di sini, yang bergabung dengan ISIS dari negara asing dan datang ke Suriah, mereka akan mati di sini di Syria," kata Brett McGurk, utusan penting AS untuk koalisi anti-ISIS.

"Jadi jika mereka berada di Raqqa, mereka akan mati di Raqqa," sambungnya dalam sebuah wawancara dengan televisi Al-Aan yang berbasis di Dubai.

Seorang komandan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi mengatakan koalisi telah memberi foto dan nama kepada pejuang Kurdi untuk mengindetifikasi jihadis asing. Mereka dipandang sebagai ancaman dan menjadi beban untuk sistem peradilan negara asal mereka.

Komandan tersebut mengatakan bahwa pejuang yang didukung AS sedang memeriksa orang-orang yang dicari di antara orang mati atau beberapa orang asing yang ditangkap.

Seorang pejabat YPG, tulang punggung SDF yang juga mengelola cabang keamanan dan intelijen lokal, mengatakan orang asing yang memutuskan untuk berperang sampai akhir akan "dieliminasi". Bagi beberapa tahanan, pasukan Kurdi berusaha menghubungi negara-negara asal.

"Dan kami mencoba menyerahkannya. Tetapi banyak yang tidak mau mengambil (tahanan) mereka," katanya.

Tidak ada negara yang mengaku menolak untuk mengambil kembali warga negara yang tergabung dalam ISIS, termasuk perempuan dan anak-anak mereka. Tapi hanya sedikit yang berusaha melakukan pemulihan.

Di Irak, ratusan pejuang ISIS telah menyerah atau telah ditahan, dan keluarga mereka telah dikumpulkan ke dalam kamp penahanan. Orang-orang diadili dan menghadapi hukuman mati jika dihukum karena tuduhan terorisme, bahkan jika mereka orang asing. Seorang pejuang asal Rusia telah digantung.

Prancis, yang secara rutin melakukan intervensi ketika warga negara di luar negeri menghadapi hukuman mati, tidak mengatakan apapun tentang jihadisnya di Irak. Warga negara Prancis yang bergabung dengan ISIS adalah yang paling banyak ketimbang negara Eropa lainnya.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak