alexa snippet

Soal Pembersihan PKI, Wartawan Australia Ini Bikin AS Tertawa

Soal Pembersihan PKI, Wartawan Australia Ini Bikin AS Tertawa
Frank Palmos, wartawan dan sejarawan Australia yang menyaksikan langsung operasi pembersihan PKI di Indonesia tahun 1965. Dokumen AS soal pembersihan PKI di Indonesia salah satunya bersumber dari dia. Foto/Sydney Morning Herald/Philip Gostelow
A+ A-
SYDNEY - Frank Palmos, nama wartawan dan sejarawan Australia ini. Dialah yang membuat Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) tertawa pada tahun 1960-an karena tahu lebih banyak tentang pembersihan anggota dan simpatisan PKI di Indonesia.

Sebagian dokumen rahasia soal operasi anti-Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dirilis Arsip Keamanan Nasional di AS pekan ini sejatinya mengutip dari data Palmos. Palmos, yang saat itu adalah koresponden Indonesia untuk The Sydney Morning Herald dan surat kabar lainnya, tidak diragukan lagi bahwa sumber telegram rahasia AS merujuk kepadanya.

”Kemudian Duta Besar AS untuk Indonesia Marshall Green tertawa bahwa saya tahu lebih banyak daripada dia,” kata Palmos, yang sekarang berusia 70-an tahun, kepada Fairfax Media, Sabtu (21/10/2017).

Palmos—salah satu inspirasi untuk novel “The Year of Living Dangerously”, yang kemudian dijadikan film yang dibintangi Mel Gibson—adalah orang asing pertama di dunia yang menyaksikan langsung skala pembersihan yang dilaporkan menewaskan 500.000 orang komunis di Indonesia.

Baca: Data Ungkap Rincian Baru Dukungan AS dalam Operasi Anti-PKI 1965

Dokumen yang dirilis Arsip Keamanan Nasional di AS merupakan dokumen yang baru saja dideklasifikasi dari Kedutaan Besar AS di Jakarta dari tahun 1964-1968. Data itu dirilis setelah para aktivis, ilmuwan, pembuat film dan sekelompok Senator AS meminta agar berkas tersebut dipublikasikan.

Arsip Keamanan Nasional mengatakan bahwa Telegram 1516 dari Kedutaan Besar Amerika di Jakarta adalah ”kabel penting” yang melaporkan tentang percakapan antara pengamat dan aktivis dari PKI.

Telegram tertanggal 20 November 1965 menyebut seorang jurnalis Australia yang andal, yang fasih berbahasa Indonesia, adalah wartawan Barat pertama yang mengunjungi Jawa Tengah pada tanggal 10 Oktober 1965. Jurnalis yang dimaksud adalah Palmos.

”Dia mengatakan bahwa dia berbicara dengan kader PKI di sejumlah tempat di Jawa Tengah dan merasa sangat bingung dan mengklaim tidak memiliki pengetahuan sebelumnya tentang gerakan 30 September,” bunyi telegram tersebut.

Gerakan 30 September merupakan kudeta yang dibatalkan dan PKI sebagai pihak yang disalahkan karena menculik dan membunuh para jenderal terbaik Indonesia.

Baca: Dokumen AS Juga Singgung Peran Ulama dalam Pembantaian Anti-PKI
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top