alexa snippet

Karzai Sebut AS Kantongi 'Tempat Suci' Teroris di Pakistan

Karzai Sebut AS Kantongi Tempat Suci Teroris di Pakistan
Mantan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai. Foto/Istimewa
A+ A-
MOSKOW - Tuduhan baru-baru ini yang disuarakan oleh pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) terhadap badan intelijen Pakistan adalah bagian dari kemunafikan. Hal tersebut dikatakan oleh oleh mantan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai.

AS menuding badan intelijen Pakistan, Inter-Services Intelligence (ISI), mendukung terorisme.

"Amerika selama bertahun-tahun tahu bahwa ada tempat-tempat suci teroris di Pakistan. Selama 16 tahun terakhir mereka tahu itu," kata Karzai di sela-sela Forum Valdai di Sochi, Rusia.

"Dan mereka terus mengatakan bahwa ada tempat-tempat suci di Pakistan, Presiden Obama mengatakan, Sekretaris Hillary mengatakan, Sekretaris Negara dan Sekretaris Pertahanan lainnya dari pemerintah AS mengatakan hal itu," sambung Karzai.

"Michael Mullen, Ketua Gabungan Kepala Staf mengatakan pada tahun 2010, saya percaya, tepat sebelum masa pensiunnya, bahwa jaringan Haqqani (sebuah kelompok pemberontak Afghanistan yang berafiliasi dengan Taliban) adalah tangan kanan ISIS dan terbukti. Bahkan kemudian mereka melanjutkan hubungannya dan mulai memasok Pakistan," tuturnya.

"Untuk AS sekarang akan datang setelah 17 tahun untuk mengatakan, 'Kami baru saja terbangun dengan ini,' sedikit tidak jujur dalam pandangan kami dan kontraproduktif," cetus Karzai seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (19/10/2017).

Putaran baru tuduhan AS terhadap Pakistan dimulai pada musim panas ini, dengan Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Islamabad sering memberikan tempat perlindungan yang aman kepada agen-agen kekacauan, kekerasan dan teror. Trump berjanji untuk memberi tekanan pada negara tersebut.

Tuduhan itu didukung oleh pejabat tinggi lainnya, yaitu Sekretaris Negara AS Rex Tillerson, yang mengancam Pakistan dengan memotong bantuan AS. Ketua Kepala Staf Gabungan AS Joseph Dunford, dan Menteri Pertahanan AS Jim Mattis, bagaimanapun, agak melunakkan tuduhan awal bulan ini, menyalahkan Taliban yang diduga hanya terkait dengan ISI, dan bukan Pakistan secara keseluruhan.

Masih belum jelas apakah Washington benar-benar akan mengambil langkah melawan sekutu regional utamanya itu.

Kebijakan AS di Afghanistan, sementara itu, tidak berubah sedikit pun dengan pemerintahan Trump yang baru, menurut mantan presiden Afghanistan.

"Saya hanya melihat kontinuitas kebijakan AS di Afghanistan," tukas Karzai.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top