alexametrics

Korut Tolak Diplomasi Sampai Bisa Serang Pantai Timur AS

loading...
Korut Tolak Diplomasi Sampai Bisa Serang Pantai Timur AS
Foto/Ilustrasi/Sindonews/Ian
A+ A-
SEOUL - Seorang pejabat Korea Utara (Korut) menegaskan kembali komitmen Pyongyang untuk mengembangkan rudal balistik antar benua jarak jauh yang mampu mencapai sampai ke pantai Timur daratan Amerika Serikat (AS). Ia mengatakan bahwa negara nakal tersebut saat ini tidak tertarik pada diplomasi dengan AS sampai mencapai tujuan itu.

"Korea Utara tidak mengesampingkan diplomasi, tapi sebelum kita dapat melakukan diplomasi dengan administrasi Trump, kami ingin mengirim pesan yang jelas bahwa DPRK memiliki kemampuan pertahanan dan ofensif yang andal untuk melawan agresi apapun dari Amerika Serikat," pejabat tersebut menggunakan sebutan resmi Korut seperti dikutip dari CNN, Rabu (18/10/2017).



Komentar tersebut menawarkan tantangan serius kepada AS dan pemerintahan Trump yang telah menawarkan beragam pesan terkait upaya diplomatik dengan Korut.

Pejabat Korut mengatakan kepada CNN bahwa diperlukan dua langkah tambahan untuk mencapai mendapatkan rudal balistik antara benua (ICBM) yang andal.

Satu langkah adalah ledakan nuklir di atas tanah, seperti yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Korut, Ri Yong-ho di PBB bulan lalu. Kala itu, Yong-ho menyebut pemimpin Korut Kim Jong-un mempertimbangkan untuk meledakkan bom hidogren sebagai balasan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya di atas Pasifik. Pernyataan itu sebagai reaksi atas pidato Trump yang mengancam untuk menghancurkan Korut.

"Langkah lainnya adalah pengujian ICBM jarak jauh yang mampu mencapai GUam, dan lebih jauh lagi," kata pejabat tersebut.

Pekan lalu, media Korut memperbarui ancaman untuk meluncurkan rudal ke wilayah AS di Guam. Mereka memperingatkan bahwa langkah sembrono oleh AS akan memaksa Pyongyang untuk mengambil tindakan.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak