alexa snippet

Duterte Umumkan Pembebasan Marawi dari Militan Pro ISIS

Duterte Umumkan Pembebasan Marawi dari Militan Pro ISIS
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengumumkan Marawi telah terbebas dari militan pro ISIS. Foto/Istimewa
A+ A-
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mendeklarasikan kota selatan Marawi telah dibebaskan dari militan pro ISIS. Meski begitu, seorang juru bicara militer mengatakan 20-30 pemberontak masih melawan dan menahan sekitar 20 sandera.

Berbicara kepada tentara sehari setelah pembunuhan dua pemimpin aliansi pemberontak tersebut, Duterte mengatakan bahwa pertempuran telah berakhir dan sekarang saatnya untuk menyembuhkan orang-orang yang terluka dan membangun kembali kota berpenduduk 200.000 orang di pulau Mindanao itu.

"Dengan ini saya menyatakan bahwa Kota Marawi telah dibebaskan dari pengaruh teroris yang menandai dimulainya rehabilitasi," kata Duterte kepada tentara di Marawi seperti dikutip dari Reuters, Selasa (17/10/2017).

Isnilon Hapilon, "emir" Negara Islam di Asia Tenggara, dan Omarkhayam Maute, satu dari dua "Khalifah" yang memimpin aliansi militan Dawla Islamiya, tewas dalam operasi yang ditargetkan pada hari Senin. Pihak berwenang mengatakan jenazah mereka telah ditemukan dan diidentifikasi.

Pendudukan selama 148 hari oleh loyalis ISIS menandai krisis keamanan dalam negeri terbesar di Filipina pada tahun ini.

Para ahli mengatakan bahwa pemerintah telah bertahun-tahun meremehkan sejauh mana ekstremisme telah mengakar di daerah Muslim yang miskin dan terbelakang di Filipina yang mayoritas Katolik.

Juru bicara militer Restituto Padilla mengatakan bahwa meski pertempuran tidak selesai sepenuhnya, pemberontak yang tersisa adalah "orang-orang yang" tidak lagi menjadi ancaman.

"Tidak mungkin mereka bisa keluar lagi, tidak ada jalan bagi siapa pun untuk masuk," kata Padilla.

"Jadi menghambat mereka sampai mati pada saat ini akan sangat penting bagi pasukan kita untuk dilakukan karena kawasan ini telah dibatasi dan sangat terkendali," imbuhnya.

Padilla mengatakan bahwa seorang warga Malaysia, Mahmud Ahmad, telah berada di Marawi City sejak dimulainya pertempuran dan militer yakin dia masih berada di sana. Pihak berwenang tidak dapat sepenuhnya yakin, namun melihatnya sebagai ancaman.

"Dr. Mahmud adalah seorang akademisi, dia bukan pejuang. Kami tidak merasa dia adalah masalah, "kata Padilla.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top