alexa snippet

Rudal Iran yang Diuji Tembak Mampu Jangkau Israel

Rudal Iran yang Diuji Tembak Mampu Jangkau Israel
Rudal balistik jarak menengah yang pernah diuji coba Iran. Negara ini mengklaim berhasil menguji tembak rudal Khoramshahr pada Jumat (22/9/2017). Foto/Dok. REUTERS
A+ A-
TEHERAN - Militer Iran mengklaim berhasil menguji tembak rudal jarak menengah baru pada hari Jumat. Secara data, rudal Khoramshahr yang dites Teheran mampu menjangkau Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Teluk karena senjata itu memiliki jarak tempuh 2.000 km.

Sekadar diketahui, jarak udara Iran dan Israel adalah 1.789 km. Dengan demikian, rudal Khoramshahr Iran yang mampu membawa hulu ledak bisa menjadi ancaman bagi Tel Aviv.

Pengumuman keberhasilan uji coba rudal Teheran itu disiarkan stasiun televisi negara pada hari Sabtu (23/9/2017). "Anda melihat gambar tentang uji coba rudal balistik Khorramshahr dengan jarak tembak sejauh 2.000 km, rudal terbaru negara kita," kata penyiar televisi pemerintah, seperti dilansir Reuters, Minggu (24/9/2017).

Baca juga: Acuhkan Tekanan Trump, Iran Lakukan Uji Coba Rudal

Penyiar televisi itu tidak merinci tanggal uji coba senjata tersebut, namun Kepala Dirgantara Garda Revolusi Jenderal Amir Ali Hajizadeh seperti dilansir IRNA, mengatakan bahwa tes rudal berlangsung hari Jumat.

“Rudal Khoramshahr memiliki jarak tempuh 2.000 kilometer (1.250 mil) dan dapat membawa beberapa hulu ledak,” katanya.

Menteri Pertahanan Amir Hatami dalam sebuah pernyataan menegaskan produksi dan pengembangan senjata peluru kendali Teheran tak bunuh izin negara manapun. “Selama beberapa orang berbicara dalam bahasa ancaman, penguatan kemampuan pertahanan negara akan berlanjut dan Iran tidak akan meminta izin dari negara manapun untuk memproduksi berbagai jenis rudal,” kata Hatami.

Peluncuran senjata Iran sebelumnya telah memicu sanksi dan tuduhan dari AS bahwa Teheran  melanggar kesepakatan nuklir 2015.

Presiden AS Donald Trump telah mengancam untuk membatalkan atau mengubah kesepakatan nuklir yang dicapai antara Teheran dengan enam kekuatan dunia (AS, Rusia, Inggris, China, Jerman dan Prancis). Trump mengatakan pada hari Rabu lalu bahwa dia telah mengambil keputusan, namun belum siap untuk mengungkapkannya.

Sementara itu, Presiden Iran Hassan Rouhani bersumpah bahwa Iran akan meningkatkan kemampuan rudal balistiknya meski mendapat kritik dari AS.

”Apakah Anda suka atau tidak, kami akan memperkuat kemampuan militer kami yang diperlukan untuk pencegahan,” kata Rouhani dalam sebuah pidato yang disiarkan langsung di televisi.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top