alexametrics

AS Ancam Hancurkan Korut, tapi Tak Mampu Tembak Jatuh Rudalnya

loading...
AS Ancam Hancurkan Korut, tapi Tak Mampu Tembak Jatuh Rudalnya
Sistem anti-rudal Patriot Advanced Capablity-3 (PAC-3) yang dikerahkan Jepang tak menembak jatuh rudal Korut yang menerobos wilayah udara Hokkaido pada Jumat (15/9/2017). Foto/REUTERS
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB telah mengancam akan menghancurkan Korea Utara (Korut). Faktanya, sistem rudal pertahanan AS tidak mampu menembak jatuh rudal Pyongyang yang sudah dua kali terbang di atas wilayah Hokkaido, Jepang.

Kritikan tajam terhadap sistem anti-rudal Washington ini disampaikan ahli Amerika tentang senjata nuklir, Joe Cirincione.



“Baik AS maupun Jepang tidak bisa mencegat rudal yang diluncurkan oleh Korea Utara pekan lalu karena tidak ada senjata pertahanan rudal balistik di lapangan yang dapat mencapai target di ketinggian seperti itu,” kritik Cirincione dalam sebuah artikel di Defense One.

Pada tanggal 15 September 2017, militer Korea Selatan dan Jepang mengatakan bahwa Korea Utara menembakkan rudal balistik Hwasong-12. Menurut Kementerian Pertahanan Korea Selatan, rudal itu  mencapai ketinggian 770 kilometer dan menempuh jarak 3.700 kilometer sebelum jatuh ke Samudra Pasifik.

”Jaraknya ratusan kilometer terlalu tinggi bagi (sistem rudal) pencegat Aegis yang disebarkan di kapal Angkatan Laut dari Jepang, bahkan lebih tinggi lagi untuk sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Korea Selatan dan Guam. Terlalu tinggi untuk sistem (anti-rudal) Patriot di Jepang, yang sebagian besar terlibat di dalam atmosfer,” papar Cirincione.

Baca juga: Analisis Mengapa Jepang Tak Tembak Jatuh Rudal Korut

Tiga sistem rudal pertahanan itu dirancang untuk mencegat rudal di fase pasca-midcourse. Secara teori, sebuah usaha bisa dilakukan untuk mencegat rudal sesaat setelah peluncuran. Namun, menurut ahli senjata nuklir tersebut, itu akan sangat tidak realistis.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak