alexa snippet

Sakit Langka, 'Manusia Ular' India Ganti Kulit Tiap 6 Minggu

Sakit Langka, Manusia Ular India Ganti Kulit Tiap 6 Minggu
Shalini Yadav, 16, remaja perempuan India yang dijuluki manusia ular karena sakit langka yang membuatnya berganti kulit setiap enam minggu sekali. Foto/Mirror
A+ A-
NEW DELHI - Seorang remaja perempuan di India dijuluki sebagai “manusia ular” karena menderita sakit langka yang membuatnya berganti kulit setiap enam minggu sekali. Remaja 16 tahun bernama Shalini Yadav ini berharap mendapatkan perawatan ajaib di Eropa.

Kondisi itu juga membuatnya tidak dapat berjalan tanpa tongkat atau pun meluruskan tungkainya.

Dia harus mandi 24 kali sehari dan mengolesi dirinya sendiri dengan pelembab untuk menghentikan kulitnya mengeras.

Keluarganya sangat miskin sehingga mereka tidak mampu memberikan perawatan khusus untuk meringankan deritanya. Penggalang dana lokal telah memberi tahu rumah sakit di seluruh dunia, termasuk satu di Spanyol yang sekarang setuju untuk membantu Shalini secara gratis.

Remaja asal Kota Nowgong, Distrik Chattarpur, negara bagian Madhya Pradesh, India tengah, dijadwalkan terbang ke Spanyol pada hari Sabtu (9/9/2017) untuk perawatan.

“Saya sangat senang mengetahui bahwa kita akan pergi ke Spanyol. Saya telah melihat tempat itu di sebuah acara televisi India, sekarang saya benar-benar bisa melihatnya,” ujarnya.

Dokter mendiagnosis Shalini menderita Erythroderma, sebuah penyakit kulit inflamasi yang juga dikenal sebagai ”sindrom pria merah”. Dokter lokal tidak dapat mengobati Shalini.

Penyakit ini menyebabkan kulit di hampir seluruh tubuh menjadi bersisik dan mengelupas. Shalini telah berganti kulit setiap 45 hari sekali sejak dia lahir.

Dia harus merendam tubuhnya dalam air setiap jam—siang dan malam—dan  mengolesi diri dengan lotion setiap tiga jam untuk mencegah pengeringan.

Ibunya, Devkunwar, putus asa dengan kondisi putrinya. ”Saya merasa sangat tidak berdaya saat melihat kulitnya terlepas, menyebabkan rasa sakit yang luar biasa pada putri saya,” ujarnya.

”Penyakit ini tidak membunuhnya tapi sedikit demi sedikit mengurangi nyawanya,” paparnya. ”Kami tidak tahu ke mana harus pergi dan siapa yang harus diajak berkonsultasi.”
halaman ke-1 dari 2
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top